Tatu-Pandji Kampanyekan Pengembangan Wisata di Tanara & Pamarayan

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 22:08 WIB
Ratu Tatu
Foto: istimewa
Jakarta -

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa (Tatu-Pandji) menyampaikan program pengembangan wisata di tempat kampanye yang berbeda. Tatu yang berkampanye ke Kecamatan Tanara menyampaikan program wisata religi, sementara Pandji di Kecamatan Pamarayan memberikan informasi terkait pengembangan wisata bendungan.

Tatu mengaku sangat aktif berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk bersama-sama menciptakan wisata religi di Kecamatan Tanara. Yang kemudian terkoneksi ke Kecamatan Pontang dan Tirtayasa (Pontirta).

"Kita punya ulama besar yang sangat terkenal hingga ke Timur Tengah. Bahkan sempat menjadi imam besar masjidil haram, yakni Syekh Nawawi Albantani. Bahkan haulnya diperingati setiap tahun. Ini tentu potensi untuk menciptakan wisata religi," ujarTatu, dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2020).

Menurut Tatu, sejak menjabat sebagai Wakil Bupati Serang, ia punya cita-cita menciptakan kawasan wisata religi di Pontirta. Wisata terpadu yang memadukan area ziarah, pusat kajian, kuliner, dan wisata alam. "Setiap tahun saya meminta bantuan Pemerintah Pusat, untuk mewujudkan ini," ujarnya.

Tatu mengungkapkan setelah menjadi kepala daerah di Kabupaten Serang, cita-cita tersebut tidak pernah pupus. Ia pun mengaku punya peluang ketika KH Ma'ruf Amin yang juga tokoh nasional dari Kecamatan Tanara sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo. Saat itu, KH Ma'ruf Amin masih menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ini sudah takdir Allah. Pada tahun 2019, saya meminta kepada Abah Kiai (KH Ma'ruf Amin), sebelum menjadi Wakil Presiden. Untuk menyampaikan permohonan kepada Bapak Presiden, terkait kawasan religi di Pontirta," ujarnya.

Tatu mengatakan permintaan tersebut ternyata disambut baik oleh KH Ma'ruf Amin dan disampaikan kepada Presiden. Selanjutnya, diteruskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR). Pada tahun 2019, kemudian dilakukan proses revitaliasi kali mati, yang diproyeksikan menjadi Kawasan Wisata Air di Kecamatan Tirtayasa.

Tidak hanya itu, Tatu mengatakan Kementerian PUPR pun sudah melakukan penataan kawasan ziarah Syekh Nawawi Albantani di Kecamatan Tanara. "Kami masih punya banyak rencana, termasuk Insyaallah, mulai tahun depan, kita mulai proses pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Albantani. Juga wisata kuliner," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menilai potensi wisata bendungan Pamarayan ke depannya cukup besar. Adapun potensi wisata Bendungan Pamarayan salah satunya dengan menghidupkan kembali tradisi Bedolan Pamarayan.

"Dalam dua tahun terkahir, kita hidupkan kembali Bedol Pamarayan yang selama ini sudah tak pernah dilakukan lagi. Ini juga bagian upaya saya dan Ibu Tatu dalam membangkitkan sektor wisata, khususnya di Kecamatan Pamarayan. Tahun ini belum bisa digelar karena ada pandemi COVID-19," ungkap Pandji.

Pandji juga mengatakan Pamarayan mempunyai kawasan wisata Bendungan Lama yang juga memiliki sejarah masa penjajahan Belanda. "Demografi Kabupaten Serang cukup lengkap, ada pegunungan dan pantai. Potensi-potensi wisata akan terus kita gali dan akan kita tingkatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.

(ega/ega)