MA Catat 12 Prajurit TNI Dipecat karena LGBT: dari Prada hingga Letkol

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 18:34 WIB
ilustrasi lgbt gay lesbian biseksual trangender waria
Foto: Ilustrasi LGBT (Andi Saputra/detikcom)

9. Prada B

Prada B diadili juga karena kasus cinta sesama jenis. Cinta itu berlanjut ke hubungan seks anal. Prada B harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Pengadilan Militer.

Pada 5 Juni 2020, Pengadilan Militer Bandung menyatakan Prada B engan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan dan dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Prada B tidak dipecat majelis hakim karena dalam kasus itu, ia menjadi korban homoseksual.

10. Prada AK
Prada AK didakwa melakukan kejahatan seksual sesaa jenis. Pada 3 Juni 2020, Pengadilan Militer Bandung menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara dan memecatnya dari militer.

Majelis menyatakan, dari sisi kepentingan Kesatuan, Prada AK khususnya maupun kepentingan Militer pada umumnya, bahwa perbuatan Terdakwa bertentangan dengan perintah pimpinan TNI yang tertuang dalam ST Panglima TNI yang menjelaskan apabila seorang Prajurit TNI melakukan pelanggaran susila dengan jenis kelamin sama (Homoseksual/Lesbian) tidak dapat dipertahankan berada dalam dinas Keprajuritan dan direkomendasikan untuk diberikan pidana tambahan pemecatan dari dinas keprajuritan.

"Oleh karena itu karena dipandang sebagai perbuatan yang secara nyata tidak sepatutnya terjadi dan apabila tidak ditindak tegas akan menggoyahkan sendi- sendi disiplin dan menimbulkan keretakan maupun keresahan dikalangan Prajurit, selain itu dapat pula menurunkan kepercayaan bawahan terhadap atasannya yang dampaknya dapat menyulitkan pimpinan TNI dalam melakukan pembinaan di Kesatuannya," ucap majelis yang diketuai Mayor Chk U Turyana.

11. Letda DS
Letda DS mulai terjerumus menjadi homoseksual saat mengikuti komunitas LGBT. Padahal, Letda DS mengetahui ada Surat Telegram Panglima TNI yang melarang anggota TNI menjadi homoseksual dan sanksinya pemecatan.

Pada 6 April 2020, Pengadilan Militer Denpasar memutuskan Letda DS bersalah dengan sengaja tidak mentaati suatu perintah dinas. Letda DS dihukum 10 bulan penjara dan dipecat dari militer.

"Terdakwa yang melakukan perilaku seks yang menyimpang dengan sesama jenis dan terlibat komunitas LGBT karena selaku Prajurit TNI seharusnya Terdakwa dapat menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan Terdakwa dalam berperilaku, utamanya dalam mentaati aturan hukum sehingga perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan aturan perundang-undangan maupun ketentuan agama apapun sehingga harus diberikan tindakan tegas," ucap majelis yang diketuai Letkol Ronny Suryandoko SIP SH MHan.

12. Letkol dr BD
Dokter militer ini diadili karena mempunyai pilihan seks menyimpang yaitu menyukai seks sesama jenis. Bahkan, ia memiiki pasangan laki-laki yang berperan sebagai istri di rumah dinasnya. Keduanya kerap melakukan hubungan badan di rumah dinas dan kamar mandi. Bahkan, pasangan Letkol dr BD belakangan mengidap HIV/AIDS.

Pada 27 Februari 2020, Pengadilan Milter Tinggi Medan menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dan memecat dari miiter. Letkol dr BD dinyatakn bersalah dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan.

Majelis mempertimbangkan LGBT merupakan ancaman bagi kepentingan Militer yaitu terhadap pembinaan kekuatan satuan TNI khususnya pembinaan personel karena akan berdampak negatif. Majelis juga menilai terjadinya homo-phobia dikarenakan ketakutan masyarakat khususnya masyarakat Militer akan penularan prilaku homoseksual.

"Sebab kaum homo akan terus mencari penerus homoseksualitas, sehingga rentan tertular penyakit kelamin HIV dan Aids karena suka berganti-ganti pasangan, menurut para ahli bahwa 95% pengidap penyakit ini adalah kaum homoseks. Dalam perkara Terdakwa sesuai pendapat para ahli terbukti kebenarannya," kata ketua majelis Kolonel Chk Suwignyo Heri Prasetyo SH MH.

Halaman

(asp/aud)