Cegah Klaster Pesantren, Wiku: Jangan Sering Ada Orang Keluar-Masuk

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 16:26 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara tentang protokol kesehatan di pesantren. Wiku mengatakan, untuk mencegah penularan di pesantren, harus diberlakukan satu pintu masuk serta jangan terlalu sering ada orang yang keluar-masuk dan berkontak dengan orang dalam.

"Pesantren di Indonesia ini banyak sekali, contoh dari apa yang di lakukan oleh Pesantren Darunnajah itu adalah contoh yang baik, yang sebenarnya kalau dilakukan pesantren-pesantren lainnya bahkan yang punya ribuan atau ratusan pun tetap efektif one gate policy itu," kata Wiku, dalam talkshow bertajuk Sosialisasi Iman, Aman, dan Imun Hadapi COVID-19, yang disiarkan di YouTube, BNPB, Jumat (16/10/2020).

Wiku mengatakan siswa dan guru yang akan masuk ke pesantren harus dilakukan tes deteksi COVID-19 terlebih dahulu. Namun tantangannya adalah ketika ada orang tua murid ingin mengunjungi anaknya di pesantren, atau ketika guru keluar masuk pesantren sehingga berisiko sebagai pembawa virus. Oleh karenanya, Wiku menyarankan agar tidak terlalu sering ada kontak orang luar masuk ke pesantren.

"Jadi jangan terlalu sering orang keluar masuk pesantren atau kontak dengan orang-orang yang ada di dalam. Kalau sudah di dalam ya sudah di dalam untuk waktu tertentu. Kalau nanti sudah saatnya pulang atau interaksi, itu harus betul-betul di-screening dengan baik," ucap Wiku.

Wiku mengatakan sejatinya tes screening COVID-19 juga memerlukan biaya. Maka langkah yang tepat adalah siswa maupun guru tetap berada di dalam pesantren hingga waktu tertentu.

"Jadi sebenarnya dalam kondisi pandemi itu ya sudah di dalam saja, serahkan saja kepada pengurus di pesantren anak-anak itu ada di situ, sambil berdoa mendoakan supaya keadaannya menjadi lebih baik. Dan nanti kalau nanti perlu kembali lagi screening dan ketat," katanya.

"Kalau pengajar harus di dalam soalnya kalau enggak, yang membawa itu adalah pengajar karena bisa keluar, sehingga pesantren bisa melakukan aktivitasnya kembali dengan cara ketat seperti itu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan akan lebih aman jika semua pihak sudah dilakukan tes screening Corona. Kemudian siswa di pesantren juga diimbau menghindari makan minum bersama, serta mengutamakan penggunaan alat pribadi seperti perlengkapan salat dan alat makan, serta mencucinya secara rutin. Serta mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Melakukan aktivitas fisik juga penting, olahraga, menjaga kebersihan," ungkap Sonny.

Tonton video 'Kasus Positif Corona di RI Tambah 4.301, Totalnya Jadi 353.461':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)