Ada Darah di Makam Pemilik Keris Keramat Jambi yang Dibongkar, Pelaku Diburu

Ferdi Almunanda - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 16:12 WIB
Ilustrasi makam
Foto ilustrasi makam. (Thinkstock)
Jambi -

Polisi menyelidiki kasus makam yang diduga milik 'orang pintar' di Jambi dibongkar orang tidak dikenal. Pelaku masih diburu polisi.

"Kalau motif dan tujuannya, kami belum bisa pastikan karena saat ini pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Kapolres Merangin, Jambi, AKBP Irwan Andy kepada detikcom, Jumat (16/10/2020).

Makam itu ada di Desa Bukit Bangkul, Kabupaten Merangin, Jambi. Makam itu terbongkar dengan kondisi dipenuhi percikan darah dan ditemukan uang lembaran sebesar Rp 7.000.

"Makam itu merupakan makam 'orang pintar' di desa ini. Seperti orang yang punya ilmu gitu. Kalau tidak salah, ada punya keris keramat gitu dulunya jenazah itu. Jenazah itu juga merupakan pensiunan guru. Kita menduga makam ini terbongkar karena ada orang yang tidak kita kenal melakukan pesugihan gitu," kata Kades Bukit Bangkul Merangin Cecep saat dihubungi detikcom, Jumat (16/10).

Terbongkarnya pemakaman di desa itu diketahui pada Kamis (15/10). Makam itu terbongkar diduga dilakukan oleh orang yang mencoba menuntut ilmu hitam.

Cecep juga menjelaskan makam yang dibongkar itu adalah makam warganya. Ia juga belum begitu dapat memastikan motif pelaku membongkar makam itu. Cecep juga menyebutkan warga yang meninggal di makam itu sudah hampir 3 tahun lalu.

"Kita masih menduga-duga ya karena yang kita temukan makam itu sudah terbongkar, apalagi ada percikan darah yang ditemukan di sekitar makam. Katanya ada yang sebut pelaku yang membongkar makam itu tengah mengambil tali pocongnya. Tetapi kita masih menduga saja ada orang yang mencoba gunakan ilmu hitam, tetapi ini masih dugaan saja," ujar Cecep.

Kejadian terbongkarnya makam di desa di Kabupaten Merangin, Jambi, itu adalah kejadian pertama kalinya. Warga bikin geger oleh makam terbongkar tersebut.

"Siapa pelaku pembongkaran, kita belum tahu siapa yang melakukan, karena kejadian ini sudah dilaporkan ke polisi juga," kata Cecep.

(idh/idh)