Relawan Pemulasaraan COVID di Depok Tinggal 11 Orang, Keluhkan APD Minim

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 15:35 WIB
Polisi dan TNI di Trenggalek mengikuti pelatihan penanganan jenazah yang terpapar virus Corona. Pelatihan diikuti mulai dari rumah sakit hingga pemakaman.
Ilustrasi Relawan Pemulasaraan Jenazah COVID-19 (Adhar Muttaqin/detikcom)
Depok -

Pemkot Depok menyebut relawan pemulasaraan COVID-19 di Kota Depok hanya tersisa 11 orang dari sebelumnya 36 orang. Meski begitu, jumlah tersebut dinilai masih cukup untuk menangani pemulasaraan jenazah korban Corona.

"Semula jumlah relawan berjumlah 36 orang saat ini tinggal 11 orang," kata Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Kota Depok Denny Romulo Hutauruk, dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

"Namun jumlah ini dirasa sudah cukup untuk pelayanan di Kota Depok," katanya.

Denny mengungkap relawan pemulasaraan COVID-19 ini mendapatkan honor Rp 1,5 juta per kejadian setiap tim. Setiap kejadian pemulasaraan dilakukan oleh 4 orang dalam satu tim.

"Relawan pemulasaraan jenazah ini per kejadian dapat honor per kejadian Rp 1,5 juta itu biasa kerja tim, setiap kejadian dilakukan oleh 4 orang," ucap Denny.

Denny menambahkan jumlah relawan yang hanya tersisa 11 orang ini masih dirasa cukup di Kota Depok. Meski demikian, dia menyebut relawan kerap mengeluhkan kurangnya APD untuk digunakan saat memulasarakan jenazah COVID-19.

"Relawan mengemukakan masalah-masalah yang ditemui di lapangan, relawan mengeluhkan tentang minimnya peralatan dalam menangani pemulasaraan jenazah," ujarnya.

Denny pun memastikan saat ini pihaknya sudah memberikan bantuan mulai dari APD, masker, hingga alat semprot disinfektan bagi para relawan pemulasaraan jenazah di Depok.

"Sehingga Bidang Penanggulangan Bencana sudah memberikan peralatan yang diperlukan oleh relawan seperti: APD, masker, sarung tangan latex, face shield, alat semprot, serta kain kafan," imbuhnya.

(maa/mea)