Pertokoan di Makkah dan Jeddah Diserbu Jamaah Haji
Kamis, 19 Jan 2006 05:43 WIB
Arab Saudi - Setelah pelaksanaan ibadah haji usai, para jamaah haji, termasuk jamaah haji Indonesia mulai sibuk berbelanja barang-barang sebagai oleh-oleh untuktetangga dan kerabat di kampung halaman. Mereka menyerbu sejumlah pertokoan di Kota Makkah.Kawasan pertokoan menjadi tempat yang paling ramai oleh jamaah haji, selain Masjidil Haram. Di Makkah, ibaratnya semua jalan adalah kawasan pertokoan. Maka tak heran, bila semua kawasan menjadi ramai. Semua toko selalu terisi oleh para jamaah haji yang berbelanja.Seperti dilaporkan wartawan detikcom, Arifin Asydhad langsung dari Saudi Arabia, salah satu kawasan pertokoan yang paling ramai adalah kawasan Pasar Seng, yang berada di kawasan Masjidil Haram. Pengunjung di pasar ini selalu membludak, apalagi di saat menjelang dan seusai salat lima waktu.Rombongan jamaah haji Indonesia tampak mendominasi pasar ini. Jamaah haji Indonesia sangat mudah ditemui di setiap sudut pasar. Toko pakaian perempuan, jam tangan, emas, dan cindera mata tampak paling ramai.Untuk urusan belanja ini, para jamaah haji Indonesia juga memburu hingga Kota Jeddah, sekitar 1 jam perjalanan lewat darat dari Kota Makkah. Di Jeddah, memang dikenal ada pasar yang dikabarkan berharga miring. Pasar itu bernama Pasar Balad.Pasar Balad ini memang cukup luas. Ada lokasi khusus seperti mal. Tapi, ada juga lokasi pasar tradisional. Di pasar tradisional inilah, barang-barang bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah.Biasanya, para jamaah haji yang masih menginap di Kota Makkah terpaksa menyewa bus untuk menuju pasar ini. Saat detikcom berkunjung ke pasar ini, Senin (16/1/2006) lalu, sejumlah jamaah haji BPIH Khusus (ONH Plus) juga tampak berbelanja di pasar Balad ini.Salah satu toko yang cukup dikenal di Pasar Balad ini adalah Toko Ali Murrah. Pelayannya, bisa berbahasa Indonesia. Di toko ini dijual berbagai barang, seperti pakaian, sajadah, peci, kerudung, minyak zaitun, karpet, dan lain-lain.Toko ini sudah menjadi langganan jamaah haji Indonesia. Para pramugari Garuda juga sering berbelanja di tempat ini. Harganya memang lebih murah dibanding toko-toko lain. "Saya senang dengan orang Indonesia, karena saya pernah lama tinggal di Indonesia. Saya kasih harga murah," kata Ali, pemiliktoko yang berasal dari Bangladesh ini.
(ahm/)











































