Kasus Corona Pekanbaru Disorot Jokowi, PSBK Dianggap Tak Efektif

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 14:25 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Pekanbaru -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tingginya kasus positif Corona aktif di Pekanbaru. Pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) yang diterapkan di Pekanbaru dianggap tak efektif.

Pengamat kebijakan publik yang juga akademisi Universitas Riau (Unri), Dr Rawa El Amady, mengatakan PSB kecil atau mikro sudah dilakukan sekitar satu bulan di Pekanbaru. Namun, grafik pertambahan kasus harian disebutnya terus bertambah.

"PSBM sudah dilaksanakan hampir sebulan di sejumlah kecamatan di Pekanbaru. Tapi, lihat sendiri hasilnya. Setiap hari grafik penambahan warga yang terpapar Corona terus bertambah. Jadi kita malah bertanya, apa fungsi dari PSBM kalau hasilnya tidak signifikan bisa mencegah penyebaran COVID-19?" kata Rawa, Jumat (16/10/2020).

Rawa juga mengaku heran PSBK berlaku mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Padahal, katanya, penyebaran virus Corona bisa terjadi kapan dan di mana saja.

"Memangnya virus Corona ini hanya berlangsung malam hari saja penyebarannya? Kan tidak. Mestinya juga diperhatikan secara serius tempat-tempat umum, seperti pasar, pusat perbelanjaan. Harus dilakukan protokol kesehatan dan harus ada tindakan nyata. Kalau hanya sekadar membatasi warga pada malam hari rasanya tidak efektif," ujarnya.

Dia kemudian menyoroti klaim Pemkot Pekanbaru yang mengatakan tingginya kasus positif Corona disebabkan tes swab massal yang dilakukan. Menurut Rawa, tes swab tak dilakukan di masyarakat akar rumput.

"Di grass root atau akar rumput mana ada dilakukan swab massal. Selama ini swab massal yang dilakukan Pemkot Pekanbaru hanya sebatas di lingkup perkantoran pemerintah sendiri. Jadi kalau diklaim karena ada swab massal sehingga jumlah terpapar semakin banyak, itu hanya klaim saja," kata Rawa.

Sebelumnya, Jokowi memberi sorotan kepada 12 kabupaten/kota/kota madya yang menyumbang 30 persen kasus aktif virus Corona.. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Pekanbaru.

"Saya juga minta 2 minggu ke depan diprioritaskan untuk 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 yang menyumbang 30 persen total kasus aktif nasional, yaitu Kota Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di YouTube Sekretariat Kabinet, Senin (12/10).

Pemko Pekanbaru kemudian mengatakan tingginya angka positif Corona itu didapat karena setiap hari ada tes swab massal. Pemkot Pekanbaru mengatakan tes swab massa dilakukan oleh pemerintah dan sejumlah perusahaan di Pekanbaru. Pemkot Pekanbaru melakukan tes swab massal ke sejumlah kecamatan yang dianggap tinggi penyebarannya. Pihak perusahaan melakukan tes swab massal kepada karyawannya.

"Tes swab massal inikan jauh lebih baik dilakukan agar lebih mudah penanganannya. Bagi yang terkonfirmasi COVID-19 dengan gejala ringan, kita minta warga lakukan isolasi mandiri yang sudah diberikan rujukan pemerintah daerah, yang gejala tinggi, ya diisolasi," kata Kabag Humas Pemkot Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, kepada wartawan, Kamis (15/10).

Tonton video 'AstraZeneca, Calon Vaksin dari Inggris yang Akan Masuk Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(cha/haf)