Yusril: Suku Bunga Rendah di NAD Bisa Diterapkan, Asal..

Yusril: Suku Bunga Rendah di NAD Bisa Diterapkan, Asal..

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2006 22:57 WIB
Jakarta - Pemerintah Aceh harus siap melakukan subsidi bunga kepada bank-bank yangberoperasi di provinsi itu. Apalagi, jika Aceh ngotot memberlakukan suku bungayang lebih rendah dari pada yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI)."Kalau tidak, bank swasta juga tidak mau beroperasi di sana. Karena kan tidak mungkin mereka menyalurkan kredit pada masyarakat dengan bunga yanglebih rendah dari yang ditetapkan bank sentral kita," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, usai rapat kabinet membahas RUU tentang Pemerintahan Aceh petang ini di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/1/2006).Menurut Yusril, dalam rapat yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usulan pihak GAM agar diperkenankan menetapkan suku bunganya terpisah dari BI itu mendapat perhatian serius."Secara teknis sebenarnya (penerapannya) mustahil ya, karena kita gunakan mata uang sama," ujarnya.Tapi karena terlanjur dicantumkan sebagai salah satu point dalam MoU Helsinki, bisa saja klausul itu dipaksakan untuk dilaksanakan. Namun, dengan catatan kelak Pemerintah Aceh harus bersedia memberikan subsidi bunga atas layanan perbankan bank-bank yang beroperasi di propinsi itu.Bila tidak, maka dikhawatirkan tidak ada bank swasta yang mau membuka cabangnya di NAD. Karena pasti akan merugi menutup selisih bunga dengan yang diberlakukan oleh BI.Sedangkan untuk klausul masalah keuangan lainnya, seperti mengadakan pinjaman langsung ke pihak luar negeri, menurut Yusril telah diakomodir dalam RUU Pemerintahan Aceh. Sebab masalah ini telah diatur dari UU Pemda No.32/2004 dan pelaksanaanya harus dilakukan dengan persetujuan pemerintah pusat."Sebenarnya itu dirumuskan dalam UU Pemda, tapi akan dimuat dalam Kanun,"ujarnya. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads