Janji Kampanye 4 Cawalkot Cilegon: Kurangi Pengangguran-Berdayakan Jawara

M Iqbal - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 11:12 WIB
Pengundian nomor urut paslon Pilwalkot Cilegon
Empat paslon Pilwalkot Cilegon saat pengundian nomor urut (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Cilegon diikuti empat pasangan calon. Mereka mulai turun ke lapangan bersosialisasi dengan masyarakat untuk memasarkan visi-misi hingga program kerja jika terpilih di Pilkada 2020.

Keempatnya sudah menebar janji kampanye kepada masyarakat. Program yang ditawarkan kepada pemilih mulai mengurangi pengangguran, meningkatkan mutu pendidikan, hingga memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Dirangkum detikcom, berikut ini janji-janji kampanye empat pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Cilegon 2020:

1. Ali Mujahidin-Firman Mutakin

Ali Mujahidin (Mumu) tak mau menyebut program yang ditawarkannya ke masyarakat sebagai janji. Ia menyebutnya sebagai program unggulan dengan sebutan 'Rolas Karse' atau 12 Cita-cita.

Mumu menawarkan langkah untuk mengurangi pengangguran di Cilegon. Menurutnya, banyak industri berdiri tapi jumlah pengangguran masih tinggi.

Untuk menurunkan angka pengangguran, dia menawarkan solusi dengan membuka 2.000 lapangan kerja dalam 100 hari kerja. Dalam satu periode, dia bakal membuka kesempatan kerja sebanyak 25 ribu lapangan kerja baru.

"Cilegon ini Kota Industri, industrinya besar-besar tapi penganggurannya paling banyak. Dalam program 100 hari kerja, kita akan buka 2.000 lapangan kerja. Untuk selanjutnya 25 ribu lapangan kerja baru dalam satu periode," kata Mumu di Cilegon, Jumat (16/10/2020).

Di bidang pendidikan, Mumu menjanjikan bantuan operasional madrasah (BOM) sebagai upaya untuk meningkatkan madrasah dan pondok pesantren. Mewujudkan UMKM hilir dan sentra kuliner di delapan kecamatan.

"Jadi kita ingin memberi peran lebih kepada madrasah dan pondok pesantren. Cilegon kan kota santri, menjadi kota industri bolehlah, tapi kota santrinya jangan dibuang. Artinya, kota yang memiliki wawasan yang luas, baik dari sisi keagamaan maupun aspek knowledge perindustrian," ujarnya

Mumu menawarkan pendidikan gratis+ dengan membebaskan biaya dan buku LKS dan pendidikan. Dia menyiapkan 25 ribu beasiswa multi jenjang. Dia menawarkan peningkatan honor guru madrasah, guru ngaji, dan RT/RW menjadi Rp 1 juta/bulan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3