Pemerintah Pastikan Kenaikan TDL
Rabu, 18 Jan 2006 20:33 WIB
Jakarta - Awal tahun 2006 ini masyarakat harus menyiapkan anggaran lebih besar lagi. Pasalnya, pemerintah memastikan akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) pada triwulan pertama tahun 2006 ini. Saat ini, stimulasi kenaikan TDL sedang digodok oleh pemerintah supaya tidak membebankan masyarakat."Memang stimulasi kita arahnya akan ada kenaikan TDL. Cuma kita perhitungkasn timing yang tepat," kata Meneg PPN/Kepala Bapenas Paskah Suzetta usai rakor mengenai TDL di gedung Depkeu Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2006).Menurut Paskah, usulan kenaikan tarif TDL saat ini masih variatif. Untuk rumah tangga, dengan beban 450 sampai 900 KV naik dibawah 10 persen. Sedangkan rumah tangga menengah besar diatas 900 KV kenaikannya dibawah 100 persen atau kira-kira 83 sampai 90 persen."Untuk Industri persentasi kenaikannya masih tetap dihitung tapi kemungkinan besar kenaikannya di bawah 100 persen. Persentasenya nantilah. Kan belum final," ujar Paskah.Dijelaskan Paskah, pemerintah saat ini menambah subsidi listrik untuk PLN sebesar Rp 2 triliun yang disiapkan oleh Depkeu. Dijelaskannya, Rp 15 triliun berdasarkan persetujuan dengan DPR. Sementara subsidi yang diperlukan PLN sebesar Rp 38 triliun."Jadi 38 dikurangi 17 itukan Rp 21 tiliun, ini angka yang dinaikkan secara variatif dengan tidak membebankan masyarakat," tandas Paskah.Pemerintah juga membahas kembali skenario kenaikan TDL pada tanggal 28 Januari mendatang. Asumsi-asumsi makro ekonomi yang digunakan pemerintah dalam skenario kenaikan TDL ini sama dengan asumsi makro dalam APBN 2006. Paskah mencontohkan untuk nilai tukar dipatok Rp 9.700 per dolar, harga minyak dunia US $ 57 per barelnya. Menurutnya, kenaikan TDL juga tidak memerlukan persetujuan DPR. "Cukup kita konsultasikan, ini kan bagian dari UU APBN," terangnya.Mengenai pengaruh kenaikan TDL terhadap inflasi Paskah mengatakan tidak akan terlalu berpengaruh banyak. "Hitung-hitungannya tidak terlalu besar. Jadi nanti kita hitung secara pasti," papar kader Partai Golkar ini.
(ahm/)











































