Ayah Almarhum Suspect Flu Burung Dirawat karena Flu Burung
Rabu, 18 Jan 2006 20:14 WIB
Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung kembali menerima pasien flu burung asal Indramayu. Pasien ini adalah Kadis, 35 tahun ayahanda dari almarhum 2 bersaudara yang meninggal akibat virus flu burung. Yakni, Nurokhmah 12 tahun dan Endrawan 4 tahun. Kadis di rawat di ruang isolasi Flamboyan RSHS pada pukul 18.30 tadi malam (17/1). Sesaat setelah menjemput jenazah anaknya, Endrawan 4 tahun yang meninggal akibat virus flu burung di ruang jenazah RSHS Bandung.Saat ini kondisi Kadis masih mengalami panas tinggi. Dari temparatur panas suhu tubuhnya mencapai angka 38.5 derajat celcius. Ia juga mengalami sakit batuk dan sesak nafas yang disertai nyeri pada punggung dan dadanya. Tim dokter penanganan infeksi khusus telah memberikan obat Tamiflu dan memasang alat bantu resipator oksigen."Sejak kemarin kondisinya masih sama. Tidak memberat tapi juga tidak membaik. Ia juga mengaku pusing," ungkap Direktur Utama RSHS Bandung, Cissy Kartasasmita saat jumpa pers di RSHS, Jalan Pasteur, Rabu (18/1/2006) di Bandung. Dari catatan riwayatnya Kadis sempat melakukan kontak langsung dengan unggasnya yang mati mendadak.Saat ini menurutnya, tim dokter juga telah mengambil sample darah milik Kadis. Dan telah dikirim ke laboratorium Depkes di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia mengkhawatirkan kasus yang terjadi pada keluarga Kadis tergolong cluster atau penyebaran melalui keluarga. Di ruang isolasi Flamboyan, Kadis masih di rawat secara intensif. Dalam waktu 3 hari berturut-turut tim dokter akan melakukan intensif pemeriksaan darah Kadis. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perihal keberadaan kuman virus flu burung tersebut. Ia menuturkan ada kemungkinan hasil pemeriksaan sample darah milik Kadis menunjukkan positif flu burung. Sementara itu, putra pertama dari keluarga Kadis, Iin Indrawati (15 tahun) masih dalam kondisi stabil. Namun Iin Indrawati mengalami susah makan. Kondisi terakhirnya masih dalam keadaan panas. Namun sesak nafasnya sudah tidak ada lagi. Saat ini Iin Indrawati masih berada di ruang isolasi Flamboyan RSHS Bandung dan didampingi oleh ibunya, Bainah. Pihak RSHS Bandung juga baru menerima hasil sementara milik pasien suspect flu burung lainnya dari laboratorium Depkes di Jakarta. Pasien ini adalah Ajat Sudrajat dan Sumanang dengan hasil sementara negatif terkena virus flu burung. Direncanakan dalam waktu dekat ini pihak RSHS akan memindahkan pasein tersebut. Jika hasil perkembangan pemeriksaan darah selanjutnya sudah diketahui.
(ahm/)











































