3 Tahun Kepemimpinan Anies di DKI: Antara Klaim Prestasi dan Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 10:39 WIB
Anies Baswedan di Halte Tosari, Jakpus (Lisye Sri Rahayu/detikcom).
Anies Baswedan di Halte Tosari, Jakpus (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Tiga tahun sudah Gubernur Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta. Selama kepemimpinannya, Anies mengklaim telah menorehkan sejumlah prestasi. Selain itu, kepemimpinannya diwarnai oleh kontroversi.

Sebagaimana diketahui, Anies dilantik bersama Sandiaga Uno pada 16 Oktober 2017 setelah menang dalam Pilgub 2017. Anies sempat memimpin DKI Jakarta sendirian karena mundurnya Sandi sebagai wagub pada 10 Agustus 2018 lantaran mencalonkan diri sebagai wapres.

Namun kursi wagub itu sudah diisi kembali oleh politikus Gerindra Riza Patria pada 6 April 2020.

Selama tiga tahun, Anies merealisasi beberapa janjinya yang kemudian diklaim sebagai prestasi. Bukan cuma prestasi, kepemimpinan Anies juga kerap mengundang kontroversi.

Berikut ini sejumlah kebijakan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies yang diklaim sebagai prestasi:

1. Peningkatan Pengguna Transportasi Umum

Pada 2019, Anies mengklaim ada kemajuan di bidang transportasi. Dia menjelaskan Pemprov DKI Jakarta dengan serius melakukan penyempurnaan atas integrasi antarmoda. Ada peningkatan jumlah rute TransJakarta, dari 109 pada 2017 bertambah jadi 220 rute pada 2019. Jumlah bus juga bertambah dari 2.380 pada 2017 menjadi 3.548 unit pada 2019.

Selain itu, lanjutnya, moda transportasi di Jakarta menjadi semakin terintegrasi melalui program Jak Lingko, yang tersambung dengan MRT dan LRT. Selama uji publik 11 Juni hingga 13 Oktober 2019, LRT juga telah melayani 798 ribu penumpang. Anies menyebut, dengan langkah ini, ada lonjakan jumlah penumpang transportasi umum.

"Dengan langkah penyempurnaan ini, penggunaan transportasi umum meningkat pesat, di mana dalam dua tahun terakhir, jumlah penumpang TransJakarta naik hampir dua kali lipat ke kisaran 640 ribu orang per hari. Sebagai perbandingan, sejak program ini dimulai pada 2004 hingga 2017, jumlah rata-rata penumpang harian hanya ada di kisaran 300 ribu penumpang per hari," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/10/2019).

Stasiun MRT Bundaran HIStasiun MRT Bundaran HI (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

2. Penyediaan Rumah DP Rp 0

Masih di bidang kesejahteraan rakyat, tahun lalu Anies juga mengaku telah menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau. Hal ini dibuktikan dengan program rumah DP Rp 0.

"Dalam hal pengadaan rumah layak dan terjangkau, pada 2019 rumah DP Rp 0 di Nuansa Pondok Kelapa selesai dibangun dengan jumlah sebanyak 780 unit. Dengan kisaran harga cicilan Rp 1,1-2,2 juta per bulan selama 20 tahun, warga sudah bisa mendapatkan rumah untuk tipe studio, 1 kamar maupun 2 kamar. Fasilitas yang tersedia di Rumah DP Rp 0 ini juga terbilang lengkap, terdiri atas lift, taman, ruang ibadah, ruang terbuka, parkir penghuni dan layanan bus TransJakarta," tutur Anies, Selasa (15/10/2019).

3. Penggratisan PBB

Selanjutnya, penggratisan PBB untuk guru hingga pahlawan kemerdekaan juga diklaim Anies sebagai prestasi. Penggratisan PBB ini bahkan lebih dari Rp 180 miliar.

"Dalam hal Penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemprov DKI Jakarta memiliki program untuk membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi guru, pensiunan ASN, pensiunan TNI/Polri, pahlawan kemerdekaan dan mantan presiden/wakil presiden. Hingga September 2019, sudah ada 19.929 objek pajak yang digratiskan PBB-nya dengan nilai Rp 180,4 miliar," kata Anies, Selasa (15/10/2019).

4. Bidang Kebudayaan

Pada 2019, Anies juga mengklaim prestasi di bidang kebudayaan. Anies mengaku telah menggelar beberapa festival budaya. Dari tingkat lokal hingga internasional.

Seperti misalnya JIPFEST, Jakarta International Photo Festival yang digelar untuk pertama kalinya, Jakarta International Folklore Festival 2019, Musik Tepi Barat, Jakarta Muharram Festival, Dapur Qurban DKI, hingga Seni Mural.

5. Revitalisasi Trotoar

Anies pun mengaku telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 km selama dua tahun menjabat. Pembangunan itu disebut akan memanjakan pejalan kaki.

"Dalam hal penataan trotoar, selama dua tahun berjalan Pemprov DKI Jakarta sudah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 kilometer," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Tonton video 'Anies-RK-Ganjar Temui Massa Tolak Omnibus Law, Pencitraan?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3