Ramai Dibahas Potensi Gempa M 8,7 di Bali, BMKG Minta Masyarakat Tak Panik

Angga Riza - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 19:54 WIB
Penampakan potensi gempa bumi megathrust selatan dalam buku pusat study gempa nasional (PUSGEN) 2017.
Penampakan potensi gempa bumi megathrust selatan dalam buku pusat studi gempa nasional (PUSGEN) 2017. (Foto: Istimewa)
Denpasar -

Ramai dibahas soal kajian potensi gempa magnitudo 8,7 di Bali. Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Ikhsan mengimbau masyarakat agar tidak panik, terlebih sampai saat ini belum ada alat yang bisa memprediksi gempa.

"Imbauan kami BMKG agar masyarakat jangan panik dalam menanggapi pemberitaan tersebut dan jangan mudah termakan isu atau hoax yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Selalu update informasi melalui kanal-kanal informasi resmi milik BMKG, seperti infobmkg atau melalui aplikasi Android wrsbmkg," kata Ikhsan saat dihubungi detikcom, Kamis (15/10/2020).

Ikhsan menuturkan pembahasan terkait potensi gempa besar di Bali itu mengacu pada buku Pusat Studi Gempa National (Pusgen) 2017 Selatan Bali. Dia menyebutkan kawasan Bali memang berpotensi dilanda gempa seperti yang disebutkan dalam buku tersebut.

"Terkait informasi pemberitaan potensi gempa bumi magnitudo 8,7 di Selatan Bali berdasarkan buku Pusat Studi Gempa National (Pusgen) 2017 Selatan Bali memang memiliki potensi gempa seperti disebutkan dalam berita," kata Ikhsan.

"Namun semua berdasarkan kajian dari sudut keilmuan, yang harus dipahami adalah potensi bukanlah suatu prediksi. Jadi kapan terjadinya gempa yang disebutkan dalam berita belum dapat diketahui, karena sampai saat ini belum ada satu pun teknologi yang dapat memprediksi gempa kapan, di mana dan berapa-berapa besar kekuatannya," ujarnya.

Menurut Ikhsan kajian seperti ini bukan bertujuan untuk membuat masyarakat panik. Tapi untuk memperkuat mitigasi bencana dan meningkatkan peran institusi terkait.

"Kajian-kajian seperti ini bukan untuk meresahkan masyarakat tapi untuk memperkuat mitigasi bencana, meningkatkan peran institusi terkait, pemerintah daerah, dan kapasitas masyarakat dalam upaya mitigasi bencana," papar Ikhsan.

(idn/idn)