Unjuk Rasa Selesai, Buruh Tinggalkan Kawasan Industri JIEP Pulogadung

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 15:03 WIB
Massa GBJ telah meninggalkan lokasi demonstrasi di JIEP Pulogadung, Jaktim
Massa GBJ telah meninggalkan lokasi demonstrasi di JIEP Pulogadung, Jaktim (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) selesai melakukan aksi di Kawasan Industri JIEP Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka langsung membubarkan diri.

Pantauan detikcom, Kamis (15/10/2020), massa GBJ meninggalkan lokasi aksi pukul 14.45 WIB. Mereka membubarkan diri setelah melakukan orasi dan pembagian selebaran.

Aksi unjuk rasa berjalan tertib. Lalu lintas normal. Rombongan massa dikawal mobil polisi kembali ke wilayah masing-masing.

Dalam pernyataan sikapnya, GBJ mendesak Presiden Jokowi segera menerbitkan perppu untuk membatalkan UU Cipta Kerja (Ciptaker). Selain itu, mereka menentang pembungkaman kebebasan berpendapat terhadap peserta aksi.

"Meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan perppu hingga dicabutnya UU Cipta Kerja omnibus law," ujar Presidium GBJ dari Konfederasi KASBI, Nugraha, lewat keterangannya, Kamis (15/10/2020).

"Perlawanan atas tindakan kekerasan, intimidasi, kriminalisasi, teror, dan pembungkaman kebebasan berbicara dan berserikat serta pengerahan kekuatan berlebih (excessive use of force) dalam penanganan-penanganan aksi langsung di jalan, di kampus, di kawasan industri yang dilakukan oleh negara terhadap rakyat sipil," lanjutnya.

Nugraha menyebut GBJ enggan memilih judicial review sebagai jalur perlawanan.

"Bagi kami, uji materi MK bukanlah pilihan perlawanan dan bukan satu-satunya langkah konstitusional. Dalam pengalaman rakyat, proses hukum sering menjadi tempat impunitas. Untuk konteks omnibus law, JR adalah jebakan karena begitu banyaknya pasal di dalam omnibus law yang akan membuat persidangan berjalan selama bertahun-tahun, sementara ketentuan dalam omnibus law yang merampas kehidupan rakyat terus berjalan," jelas Nugraha.

Nugraha juga menyebut pihaknya akan menyiapkan aksi nasional secara serentak pada 20-22 Oktober 2020.

"Aksi ini memang tujuan kita adalah memanaskan otot-otot menjaga aksi perlawanan kita karena nanti kita akan mengagendakan aksi secara serentak secara nasional itu pada 20, 21, dan 22 Oktober," kata Nugraha.

(aud/aud)