Hasanuddin Bantah Politisasi KNPI

Hasanuddin Bantah Politisasi KNPI

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2006 17:39 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP KNPI Hasanuddin Yusuf membantah telah melakukan politisasi dalam kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang baru. Dia juga menolak masuknya Puan Maharani karena kepentingan partai.Selasa kemarin, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menarik dukungan terhadap Hasanuddin Yusuf sebagai Ketua Umum DPP KNPI yang terpilih pada Kongres KNPI 28-21 Desember lalu. Alasannya, Hasanuddin tidak bisa memberikan tempat yang nyaman bagi organisasi kepemudaan dan banyak membawa kepentingan parpol dengan masuknya Puan Maharani sebagai Ketua Bidang Luar Negeri. "Sehubungan dengan pernyataan AMM kemarin, ada beberapa hal yang ingin saya luruskan," jelas Hasanuddin kepada wartawan di kantor Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selaran, Rabu (18/1/2006). Hasanuddin menjelaskan, penyusun komposisi kepengurusan itu terdiri dari 11 orang formatur. Dirinya bukanlah formatur tunggal, walau menjabat sebagai ketua umum terpilih. Kesebelas orang formatur ini merupakan amanat kongres yang menyepakati komposisi kepengurusan yang baru. Komposisi kepengurusan yang disepakati terdiri dari 50 persen unsur organisasi kepemudaan, 20 persen unsur pengurus lama, 20 persen unsur potensi kepemudaan dan 10 persen kebutuhan organisasi. Tapi ketua umum memiliki hak prerogatif untuk menentukan dua jabatan, yaitu sekjen dan bendahara sesuai AD/ART. Mengenai masuknya Puan Maharani, putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, bukan karena yang bersangkutan pengurus PDIP. Karena untuk masuk kepengurusan di KNPI harus melalui tiga pintu, yaitu organisasi kepemudaan, DPD KNPI dan potensi kepemudaan. Hasanuddin juga membantah dirinya menjabat sebagai Wasekjen DPP PDIP. Begitu juga dengan Puan Maharani yang tidak masuk dalam kepengurusan di DPP PDIP. "Silakan cek ke sana," tantangnya. Masuknya Puan, jelas Hasanuddin, karena dia memiliki jaringan dengan organisasi kepemudaan di luar negeri dan sering melakukan kegiatan sosial. Di KNPI sendiri ada lima orang perwakilan organisasi kepemudaan dari PDIP, selebihnya dari partai lainnya. "Jadi ada yang bias dalam pernyataan kemarin. Memang saya tidak bisa memuaskan semua pihak," jelas Hasanuddin seraya tidak mau ikut campur persoalan internal di AMM. Bahkan dirinya akan melakukan komunikasi dengan pimpinan AMM, terkait persoalan itu. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads