Gara-gara Banjir, Ribuan Hektar Sawah di Sumsel Terancam Puso
Rabu, 18 Jan 2006 17:01 WIB
Palembang -
Banjir menyebabkan ribuan hektar sawah di Sumatera Selatan (Sumsel) terancam Puso. Rawan pangan pun mengancam sebagian besar masyarakat Sumsel yang mencapai 7 juta jiwa itu.Menurut Wakil Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Leonardo Hutabarat kepada pers di Palembang, Rabu (18/1/2006), sawah yang terancam Puso itu mencapai 6.854 hektar.Lokasinya berada di tiga kabupaten, yakni Ogan Komering Ulu Timur seluas 5.000 hektar, Ogan Komering Ilir seluas 1.579 hektar, serta Lahat seluas 5 hektar."Bila sampai menyebabkan rawan pangan mungkin terlalu jauh. Sekarang baru ancaman karena areal persawahannya terendam. Tapi jika banjirnya segera surut, belum tentu terjadi Puso," kata Leonardo.Dipaparkan dia, di Ogan Komering Ulu Timur ada enam lokasi yang terendam banjir, yakni Madang Suku II, BP Peliung, Belitang 1,2,3, dan Semendawai Suku III.Di Ogan Komering Ilir terjadi di Kecamatan Lempuing, yakni Desa Muara Burnai II seluas 772 hektar, Desa Muara Burnai I 480 hektar, Kepayang 282 hektar, Sumber Agung 65 hektar, Cahaya Maju 350 hektar, Kuta Pandan 400 hektar, Tebing Suluh 200 hektar, dan Sungai Belido 256,25 hektar.Menurut Leornardo, kalau masa tanam baru 1-10 hari, petani rugi pada biaya penggarapan sawah, bibit dan pupuk. Tapi setelah kondisi banjir surut, tanaman yang rusak bisa diganti dengan yang baru.Namun melihat kondisi sekarang, Puso bisa terjadi. Sebab, banjir yang mengaliri sawah adalah air keruh dari erosi yang mengandung lumpur. Akibatnya, tanaman bisa tertimbun lumpur. Bahkan diprediksi banjir terus naik dan bisa memperluas areal persawahan lainnya.Sebelumnya pada tahun 2005, dari Januari-Maret, sekitar 38 ribu hektar areal persawahan terendam banjir di 10 kecamatan. Dari luas areal ini, sekitar 10 ribu hektar mengalami puso.
(sss/)










































