Satpol PP Banting Wanita dalam Sengketa Tanah di NTT, Begini Kejadiannya

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 12:30 WIB
Viral video yang menunjukkan aksi kekerasan di Desa Pubabu-Besipae, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (14/10). Dalam video tersebut seorang wanita dan anak-anak dianiaya oleh kelompok berseragam Satpol PP.
Beredar video warga di TTS, NTT, diintimidasi pria berseragam Satpol PP. (20Detik)
Timor Tengah Selatan -

Beredar video rekaman seorang perempuan terlibat bentrokan dengan pria berseragam Satpol PP. Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timor (NTT), AKBP Ariasandy menerangkan kejadian itu bermula dari kegiatan penanaman jagung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

"Itu kegiatan Pemprov NTT, penanaman jagung di lokasi Besipae yang diamankan personel korem, yang sebelumnya memang sudah ada MoU antara Pemprov dan Korem. Ada kerja sama Pemprov dengan korem dalam kegiatan penanaman jagung," kata Ariasandy saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (15/10/2020).

Penanaman jagung itu, terang Ariasandy, ditolak warga. Akhirnya saling dorong antara warga dan pihak Pemprov NTT tak terhindarkan.

"Ketika di lokasi, terjadi penolakan oleh sekelompok masyarakat yang mengakibatkan adanya saling dorong," jelas Ariasandy.

Korban tak hanya dari pihak warga, seperti yang terlihat di video beredar, tetapi Ariasandy menyebut ada juga korban dari pihak Pemprov NTT. "Bahkan ada salah seorang staf perempuan dari Pemprov yang mengalami pengeroyokan oleh beberapa orang masyarakat," imbuh Ariasandy.

Ariasandy menerangkan warga keberatan dengan penanaman jagung oleh Pemprov, karena merasa tanah milik mereka. Tanah itu sudah belasan tahun berstatus sengketa dengan masyarakat.

"Ya mereka (warga) klaim itu tanah mereka, hanya sekelompok kecil masyarakat. Tadinya (tanah) digunakan (Pemprov), kemudian ditolak oleh warga tersebut, akhirnya 12 tahun terbengkalai. Saat ini baru dimanfaatkan kembali untuk kegiatan Dinas Peternakan Provinsi," tutur Ariasandy.

"Intinya mereka masyarakat luar yang menempati lahan Pemprov," imbuh dia.

Polisi menuturkan korban dari pihak warga belum melapor. Sementara korban dari pihak Pemprov telah membuat laporan pengeroyokan.

"Ya kita sudah terima laporan pengeroyokan dari personel Pemprov dan kita tindaklanjuti. Dari polres tetap melaksanakan pemantauan dan pendekatan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga situasi kondusif. Sementara belum ada laporan (dari pihak warga)," terang Ariasandy.

Sebelumnya beredar video yang memperlihatkan bentrok sejumlah ibu dan remaja perempuan dengan kelompok berseragam Satpol PP. Tindak kekerasan berupa pemukulan dan seorang warga dibanting terekam dalam video tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Desa Pubabu-Besipae, TTS, NTT, Rabu (14/10) siang. Pihak masyarakat adat setempat menyebut insiden dipicu oleh sengketa lahan. Warga menolak aktivitas petugas Dinas Peternakan di lahan tersebut.

"Benar, ada kejadian itu, seperti video yang beredar di media sosial. Kejadian bermula sekitar pukul 12.00 Wita siang tadi hingga akhirnya ada tindakan represif dari pihak Pemerintah Provinsi kepada warga kami," ujar tokoh masyarakat Desa Pubabu-Besipae, Niko Manoe.

Lihat juga video 'Sengketa Tanah di Bondowoso Berujung Sumpah Pocong':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/idh)