Negara-negara Besar Berbeda Pendapat Soal Nuklir Iran

Negara-negara Besar Berbeda Pendapat Soal Nuklir Iran

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2006 16:55 WIB
Jakarta - Negara-negara besar dunia berbeda pendapat soal bagaimana menangani krisis nuklir Iran. Eropa dan AS berupaya mengadukan masalah nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB. Sementara Rusia dan Cina bersikeras menentang upaya itu.Ditegaskan pemerintah Rusia, sanksi PBB terhadap Iran bukanlah jalan terbaik. Senada dengan itu, pemerintah Cina menyatakan harapannya untuk kembali ke meja perundingan.Tanda-tanda perpecahan mulai muncul sejak pertemuan tertutup di London, Inggris, pada 16 Januari lalu antara Inggris, Prancis, Jerman, AS, Rusia dan Cina. Pertemuan itu digelar setelah Iran memutuskan untuk melanjutkan kembali riset nuklirnya yang sempat dihentikan.Seusai pembicaraan itu, trio Eropa: Inggris, Prancis dan Jerman meminta digelarnya sidang dewan gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada 2-3 Februari mendatang.Menurut sejumlah diplomat, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/1/2006), pertemuan London itu tidak membawa hasil."Cina dan Rusia masih memformulasikan taktik mereka sendiri mengenai apa yang akan dilakukan di pertemuan dewan tersebut," ujar seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris.Iran yang terus ditekan Eropa dan AS, tidak tinggal diam. Negara republik Islam itu mengingatkan bahwa setiap sanksi justru akan berdampak lebih buruk bagi negara Barat daripada bagi Iran.Pemerintah Iran berulang kali membantah tudingan AS mengenai program nuklirnya. Washington menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklirnya. Namun Iran menegaskan bahwa fasilitas nuklirnya itu semata-mata untuk kepentingan sipil, yakni sebagai pembangkit energi. (ita/)


Berita Terkait