Round-Up

Sel Tahanan untuk Irjen Napoleon Usai 2 Bulan Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 07:17 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte menghadiri sidang praperadilan di PN Jaksel
Irjen Napoleon Bonaparte resmi ditahan usai 2 bulan ditetapkan menjadi tersangka. (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Berkas kasus dugaan pencabutan red notice atas nama Djoko Tjandra dengan tersangka mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dinyatakan lengkap. Irjen Napoleon kini resmi ditahan menjelang pelimpahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan Bareskrim Polri telah menahan Irjen Napoleon dan pengusaha Tommy Sumardi.

"Menjelang dilaksanakannya tahap dua bahwasanya penyidik tindak pidana korupsi telah memanggil dua tersangka atas nama NB dan TS. Tersangka tersebut tadi pukul 11.00 WIB saudara tersangka NB langsung dilakukan tes swab dan selanjutnya dilakukan upaya paksa berupa dilaksanakan penahanan," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

Awi menuturkan kedua tersangka terlebih dulu dipanggil oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Setelah itu, kedua tersangka menjalani swab test sebelum akhirnya resmi ditahan.

"Kemudian saudara TS pukul 12.00 WIB juga demikian datang langsung dilakukan swab dan selanjutnya dilakukan penahanan," jelasnya.

Penahanan Irjen Napoleon ini terjadi setelah genap dua bulan berstatus tersangka. Awalnya pada 14 Agustus 2020, Bareskrim Polri menetapkan Irjen Napoleon sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Djoko Tjandra.

"Selaku penerima yang kami tetapkan tersangka adalah Saudara PU, kemudian yang kedua Saudara NB. Selaku penerima, kita kenakan Pasal 5 ayat 2 , kemudian Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto 55 KUHP," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam kesempatan terpisah.