Round-Up

Polemik Diksi 'Revolusi' dan 'Pengumuman dari Makkah'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 05:49 WIB
Habib Rizieq Shihab saat menghadiri aksi damai 2 Desember di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Habib Rizieq Shihab (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta -

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang ke Tanah Air dan memimpin revolusi. Pemakaian diksi 'revolusi' dan 'pengumuman dari Makkah' pun menuai polemik.

Sebagaimana diketahui, mulanya kabar kepulangan Rizieq itu datang dari Ketum FPI KH Ahmad Shabri Lubis saat menyampaikan orasi pada demo penolakan UU Cipta Kerja. Dia menyatakan Habib Rizieq akan segera pulang ke Tanah Air.

"Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," kata Shabri dari atas mobil komando, Selasa (13/10/2020).

Shabri menyebut cekal dan denda terkait Habib Rizieq di Saudi sudah dihapus. Tanpa merinci soal cekal dan denda yang dimaksud, dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi.

"Dewan Pimpinan Pusat FPI dan umat Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap pemerintah Saudi dan semua pihak yang membantu Habib Rizieq Syihab, termasuk semua umat Islam yang mendoakan beliau agar selalu dilindungi dan segera pulang ke Indonesia," ujarnya.

Agus Maftuh Abegebriel, Dubes RI untuk Arab SaudiAgus Maftuh Abegebriel, Dubes RI untuk Arab Saudi Foto: Rakean R Natawigena / 20detik

Namun, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan status Habib Rizieq dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini Nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," kata Agus yang sedang berada di Makkah kepada detikcom, Rabu (14/10/2020).

"Blinking merah = belum bisa ke luar Saudi," imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa hanya otoritas Saudi yang mengetahui soal status blinking merah. Selain itu, Agus mempersoalkan penggunaan istilah revolusi dan 'pengumuman dari Makkah'. Dia menilai diksi itu berpotensi menodai kesucian Makkah.

"Kami menyayangkan pemakaian diksi 'i'lan min Makkah al-Mukarramah' (pengumuman dari kota suci Makkah) yang bisa menyinggung Kerajaan Arab Saudi karena sangat berpotensi bisa menodai kesucian 'Kota Makkah' sebagai kota turunnya wahyu," kata Agus Maftuh, yang sedang berada di Makkah, kepada detikcom, Rabu (14/10/2020).

"Dokumen tiga halaman dengan ekstensi PDF tersebut adalah merupakan 'Politisasi Kota Makkah 'Tasyis Makkah Al-Mukarramah'. Makkah bukan tempat untuk meneriakkan 'revolusi' untuk menentang pemerintahan yang resmi dan konstitusional atau dalam bahasa Saudi 'Al-Hukumah al-Syar'iyyah' Negara Kesatuan Republik Indonesia," sambung Agus Maftuh.

Tonton video 'Soal Revolusi HRS, PKB Ingatkan Makar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2