5 Program ASEAN untuk Genjot Daya Saing Pekerja, Apa Saja?

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 21:08 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung lima program yang disepakati dalam pertemuan Senior Labour Officials Meeting Working Group on Progressive Labour Practices to Enhance the Competitiveness (SLOM-WG).

Lima program tersebut merupakan usulan yang diberikan oleh 10 delegasi ASEAN untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di ASEAN.

"Sebagai tuan rumah dan Ketua ASEAN SLOM-WG, Kemnaker mendorong program kerja ASEAN dalam peningkatan daya saing tenaga kerja di kawasan ASEAN, " ujar Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Hal tersebut disampaikan oleh Anwar saat menyampaikan sambutan selamat datang pada pertemuan the Thirteenth Senior Labour Officials Meeting Working Group on Progressive Labour Practices to Enhance the Competitiveness (13th SLOM-WG) of Asean di kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/10).

Adapun kelima program tersebut antara lain implementasi program kerja para Menaker ASEAN tahun 2021-2025, pembentukan ASEAN TVET Council, ASEAN Roadmap on The Elimination of Worst Forms of Child labour, pelaporan Monitoring and Evaluation Framework of the ALM' Program 2018-2020, dan rencana Implementasi Regional Action Plan dari Declaration on Transition from Formal Employment towards Decent Work Promotion in ASEAN.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan Indonesia yang menjadi Ketua ASEAN SLOM-WG mampu menghasilkan pencapaian dan inisiatif baru soal ketenagakerjaan di ASEAN, terutama peningkatan kemampuan, daya saing, ketahanan, dan ketangkasan pekerja ASEAN terutama menghadapi pekerjaan masa depan.

Anwar juga menekankan pentingnya mitigasi dan pemulihan dari COVID-19 dengan mengusulkan sebuah workplan yang dapat membantu pemulihan melalui ekosistem bisnis dan investasi berkelanjutan.

"Serta pelatihan, sebagai instrumen kebijakan ketenagakerjaan dalam merespon tantangan-tantangan tersebut, " ujar Anwar seraya memberikan apresiasi kepada Malaysia sebagai Chair SLOM WG 2018-2020.

Dalam kesempatan sama, Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Putri Anggoro menambahkan tujuan digelarnya SLOM-WG ke-13 ini adalah untuk membahas aktivitas (projects) ASENA yang sudah selesai, sedang berjalan dan aktivitas mendatang serta menyusun program kerja Asean SLOM-WG periode 2020-2025.

"Namun mengingat kondisi pandemi COVID-19 maka pertemuan tahun ini dilaksanakan secara hybrid virtual meeting dengan delegasi dari 10 negara anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN," tutur Indah.

Ada dua rencana tindak lanjut hasil dari SLOM-WG ke-13 ini. Pertama, dalam rangka rangkaian pertemuan ASEAN bidang ketenagakerjaan, Indonesia selanjutnya akan mempersiapkan pelaksanaan SLOM-ke-16, SLOM+3 ke-18, SLOM-ILO Meeting, ALMM ke-26, dan ALMM+ 3 ke-11, yang akan dilaksanakan secara hybrid, di Jakarta.

Kedua, rencana penyelenggaraan SLOM-WG ke14 yang akan dilaksanakan di Vietnam tahun 2021.

Sebagai informasi, pertemuan SLOM-WG kali ini diketuai oleh Indonesia yaitu Karo KLN Kemnaker, Indah Anggoro Putri sebagai SLOM-WG Chair 2020-2022, dan dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara anggota ASEAN/ASEAN Member States (AMS) dan Sekretariat ASEAN.

Delegasi RI dipimpin oleh Plt. Direktur Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Kemnaker RI, Muchtar Azis, dengan anggota delegasi dari Unit teknis di lingkungan Kemnaker dan perwakilan dari Direktorat Kerjasana ASEAN, Kementerian Luar Negeri serta Komisioner BNSP.

(prf/ega)