Tahanan Polsek Sunggal Tewas, Kapolrestabes Medan: Tak Ada Penganiayaan

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 19:36 WIB
Konferensi pers di Polrestabes Medan (Datuk Haris-detikcom)
Konferensi pers di Polrestabes Medan (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Dua orang tahanan kasus polisi gadungan di Polsek Sunggal tewas. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko memberi penjelasan terkait meninggalnya kedua tahanan tersebut.

Riko bicara dalam konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu (14/10/2020). Dia memberikan penjelasan terkait pemeriksaan internal setelah ada laporan dugaan penganiayaan terhadap dua tahanan itu yang disampaikan pihak keluarga ke Polda Sumut.

"Ternyata, dari pemeriksaan internal kami, bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi hasil pemeriksaan sementara," kata Riko.

Riko mengatakan kasus yang menjerat kedua tahanan yang meninggal itu berawal pada 8 September 2020 malam. Keduanya diduga melakukan pencurian dan kekerasan bersama enam orang lainnya.

Kedelapan orang itu melakukan pencurian dengan modus memakai seragam dan identitas Polri serta BNN untuk beroperasi di jalanan. Mereka menjadi polisi gadungan dan merampas kendaraan serta uang orang di jalanan.

"Kenapa ini perlu kita rilis lagi, karena penyidik kita dari delapan orang tersangka ini, ada tiga yang sakit. Kemudian yang dua meninggal dunia," tuturnya.

Kedua tahanan itu adalah Rudi dan Joko. Menurut Riko, keluarga kedua tahanan itu menyatakan tidak ingin dilakukan autopsi.

"Keluarganya menyatakan tidak mau atau menerima bahwa tersangka ini meninggal karena sakit. Dibuktikan dengan surat pernyataan bahwa mereka menolak untuk diautopsi," ujar Riko.

Namun, belakangan, keluarga tahanan itu membuat laporan ke Polda Sumut. Laporan itu terkait dugaan adanya penganiayaan sehingga tahanan tersebut meninggal dunia.

"Jadi yang menarik di sini adalah, setelah membuat pernyataan, kemudian mereka membuat laporan polisi ke Polda Sumut, yaitu keluarga dari almarhum Joko," sebut Riko.

Selanjutnya
Halaman
1 2