Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat Jadi Tersangka

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 15:53 WIB
Aktivis Syahganda Nainggolan di Kantor DPD PDIP Jakarta, Senin (25/4/2016).
Syahganda Nainggolan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polri menetapkan tiga anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai tersangka. Ketiganya langsung ditahan.

"Sudah ditahan," kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Tiga anggota yang dimaksud adalah Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat. Ketiganya diketahui ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda.

"Namanya sudah ditahan, sudah jadi tersangka," jelas Awi.

Seperti diketahui, Tim Cyber Bareskrim Polri menangkap delapan orang dari KAMI. Polri menyebut penangkapan itu terkait demo menolak omnibus law Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Awi menyampaikan penangkapan kedelapan orang itu bermula dari percakapan di grup WhatsApp.

"(Penangkapan bermula dari) percakapan di grup WhatsApp," ujarnya, Senin (13/10/2020).

Awi menyebutkan, dari delapan anggota KAMI yang ditangkap, empat di antaranya dari Medan dan Jakarta.

Awi menyebut empat orang berasal dari KAMI Medan dan empat orang dari KAMI Jakarta.

"Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin," kata Awi.

Kingkin Anida Bukan Anggota KAMI

Pada 12 November 2020, Kuasa hukum Kingkin Anida, Nurul Amalia dan Helmi Al Djufri memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa kliennya bukan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menurut kuasa hukum, berkas perkara Kingkin Anida dipisah dengan para anggota KAMI.

Eksklusif! Pengakuan Ketua KAMI Medan Terkait Demo Ricuh:

[Gambas:Video 20detik]

(idn/fjp)