DPR Usulkan Paspor Beda Tarif
Rabu, 18 Jan 2006 14:55 WIB
Jakarta -
Ada usul unik untuk mencegah korupsi di Imigrasi. Yakni memberlakukan paspor beda tarif. Makin besar uang yang dibayar, makin cepat paspor selesai. Sebaliknya kalau uang yang dibayar kecil, ya lebih lama.Usulan itu disampaikan anggota Komisi III DPR Setya Novanto kepada wartawan usai diskusi panel keimigrasian di Depkum HAM, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/1/2006).Landasan politisi Golkar itu mengajukan usul tersebut, katanya, karena banyaknya korupsi berbentuk gratifikasi (pemberian kepada aparat negara) dalam pengurusan paspor. Seringkali secara tidak resmi orang yang ingin paspornya cepat selesai harus membayar lebih mahal kepada petugas imigrasi.Untuk menghilangkan gratifikasi itu, kata Setya, sebaiknya Imigrasi terang-terangan saja menerapkan sistem paspor pelayanan cepat. "Sekalian saja dibikin sistem servis cepat, beda biaya beda pelayanan," katanya.Menurut Setya, sistem itu telah diberlakukan negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia. Dengan sistem itu, masyarakat diberi pilihan harga yang berpengaruh dengan cepat atau lambatnya pembuatan paspor.Setya percaya sistem ini dapat bekerja di Indonesia. "Asal uangnya benar masuk ke kas negara," katanya.Lebih jauh Setya mengingatkan, korupsi di Imigrasi selalu menjadi persoalan serius karena imigrasi adalah pintu gerbang darat, laut dan udara Indonesia. Maka itu ia berharap korupsi di Imigrasi bisa menjadi perhatian semua pihak.
(iy/)










































