19 Orang Dibekuk soal Demo di Malut, Polisi: Tak Ada Penangguhan Penahanan

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 11:01 WIB
Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan
Foto: Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan. (Dok Polda Malut)
Jakarta -

Aksi demonstrasi massa mahasiswa se-Ternate, Maluku Utara (Malut) menolak Omnibus Law kemarin diwarnai kericuhan. Sebanyak 19 orang diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan mengatakan 19 orang yang diamankan itu terdiri dari 13 mahasiswa, 2 pelajar, dan 4 masyarakat. Mereka diduga melakukan tindakan tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku pada aksi Selasa, (13/10/2020).

"Ke-19 orang ini sementara diamankan di kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Adip dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

"Para pelaku tidak ada penangguhan penahanan," imbuhnya.

19 orang tersebut yakni (19) Mahasiswa, MRA (19) mahasiswa, MRG (23) mahasiswa, IM (24) mahasiswa, HBH (20) mahasiswa, LW (24) mahasiswa, UA (25) mahasiswa, GA (21) mahasiswa, MH (19) mahasiswa, MI (18) mahasiswa, GW (19) mahasiswa, MA (19) mahasiswa, AS (19) mahasiswa, dan FB (18) pelajar, RB (17) pelajar, JIA (24) pedagang kopi, RMH (24) Penganguran, AR (20) Penganguran, dan AFY (21) penganguran,

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa dan buruh yang melaksanakan aksi agar tertib.

"Lakukan unjuk rasa penyampaian pendapat di muka umum dengan tertib, jangan menyebabkan kericuhan yang pada akhirnya mengganggu ketertiban umum bahkan anarkis sehingga menimbulkan kerugian jiwa maupun materiil," tuturnya.

(idh/imk)