Round-Up

Jaminan TGPF Intan Jaya Kerja Objektif Ungkap Penembakan Pendeta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 07:22 WIB
Jumpa pers Mahfud Md dan TGPF penembakan pendeta di Papua
Foto: Tiara Aliya Azzahra/detikcom / Jumpa pers Mahfud Md dan TGPF
Jakarta -

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk Menko Polhukam, Mahfud Md, akhirnya sudah menuntaskan tugas untuk menginvestigasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Papua. Hasil investigasi TGPF dijamin objektif.

Kemarin, Selasa (13/10/2020), Mahfud Md menggelar jumpa pers untuk menyampaikan perkembangan kinerja TGPF. TGPF telah mendatangi Papua, menemui keluarga pendeta Yeremia, hingga memeriksa saksi. Hasilnya akan dituangkan dalam laporan yang akan disusun hingga 17 Oktober 2020 mendatang.

Berikut sejumlah paparan Mahfud Md dan TGPF:

Jamin Objektif

Mahfud menegaskan bahwa TGPF dibuat untuk mencari fakta secara objektif. Bahkan, selain dari unsur pemerintah tim ini pun diisi oleh kalangan dosen dan peneliti.

"Saya ingin pastikan bahwa tim ini adalah tim yang memang pencari fakta yang objektif. Tim ini tidak bisa dikaitkan misalnya dengan 'ah itu buatan pemerintah, ah itu pesanan pemerintah'. Di sini yang tergabung memang ada dari instansi pemerintah karena tugasnya tetapi mereka punya integritas semua dari BIN, dari KSP kemudian dari kantor pemerintah yang lain dari Polri sebagainya," ungkapnya.

Mahfud menyebut nama sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat yang menjadi anggota TGPF yaitu I Dewa Gede Palguna, Apolo Safonpo, hingga Makarim Wibisono. Sejumlah pendeta juga menjadi bagian dari TGPF.

Mahfud pun menjamin bahwa tim besutannya tidak akan berbohong dalam mengungkap fakta. Ia pun meminta masyarakat menunggu hasil laporan penyelidikan pada 17 Oktober mendatang.

"Sehingga tidak mungkin tim ini berbohong menurut keyakinan kami. Bukan hanya tidak mungkin tapi tidak bisa mau berbohong bagaimana. Oleh sebab itu, saudara sekalian ditunggu saja sampai tanggal 17 (Oktober," tuturnya.