Round-Up

Kabar Mengejutkan soal Habib Rizieq di Tengah Demo Tolak Omnibus Law

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 06:10 WIB
Ketua Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah Habib Rizieq bersama Fachrurrozi Ishak, dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii meluncurkan Konvensi Calon Gubernur Muslim Jakarta di Aula Buya Hamka Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Kamis (25/2/2016). Konvensi itu untuk menjaring calon di Pilkada 2017 mendatang.
FPI menyatakan Habib Rizieq Syihab akan pulang ke Indonesia. (Foto: Agung Pambudhy)

Pihaknya, kata Shabri, sangat berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi dan umat Islam yang telah mendoakan Habib Rizieq.

"Dewan Pimpinan Pusat FPI dan umat Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap pemerintah Saudi dan semua pihak yang membantu Habib Rizieq Syihab, termasuk semua umat Islam yang mendoakan beliau agar selalu dilindungi dan segera pulang ke Indonesia. Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," jelas Shabri.

Menanggapi pernyataan Shabri soal Habib Rizieq akan memimpin revolusi, Kantor Staf Presiden (KSP) dari lingkaran Istana Kepresidenan menyerahkan kepada kepolisian untuk menafsir pernyataan tersebut. KSP enggan berspekulasi apakah pernyataan Shabri memiliki unsur pidana atau tidak.

"Aparat penegak hukum yang mempunyai kewenangan untuk menafsirkannya apakah memenuhi unsur delik dalam pidana kan. Kita serahkan kepada aparat penegak hukum," kata Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan saat dimintai konfirmasi, Selasa (13/10).

"Masalah itu biarkan kepada penegak hukum saja yang menilainya ucapan itu," imbuhnya.

Isu soal pencekalan pernah dilontarkan Habib Rizieq tahun lalu, tepatnya bulan November 2019. Habib Rizieq menunjukkan surat pencekalan dari pemerintah Indonesia sehingga dia mengklaim tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Saya dilarang berpergian ke Saudi, bahkan ini dituliskan sebabnya adalah karena alasan keamanan. Jadi sekali lagi, saya dicekal di sini bukan karena saya lakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan sesuatu kejahatan di Saudi ini, tidak. Karena alasan keamanan," ujar Habib Rizieq dalam kanal YouTube Front TV, Minggu, 10 November 2019.