PBNU Ancam Demo Penerbit dan Agen Playboy
Rabu, 18 Jan 2006 12:07 WIB
Jakarta - Jika Playboy Indonesia jadi diterbitkan bulan Maret nanti, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan demo. Bila perlu demo ke penerbit dan seluruh agennya di Indonesia.Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ketika ditanya wartawan bila nanti Playboy Indonesia tetap diterbitkan pada bulan Maret mendatang.Secara langsung dan tegas Muzadi menjawab, "Ya didemo saja. Baik penerbitnya maupun agennya di seluruh Indonesia."Hal ini disampaikan dia usai menerima sumbangan Rp 25 juta bagi korban banjir dan longsor Jember dan Banjarnegara oleh Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2006).Muzadi menegaskan, dirinya sangat tidak setuju dengan rencana penerbitan majalah Playboy Indonesia tersebut. Dia berharap, agar pihak-pihak yang berwenang mengeluarkan rekomendasi tidak mengeluarkan izin penerbitannya, dan meminta pihak penerbitnya menghentikan rencana tersebut."Saya sangat tidak setuju, karena penerbitan itu hanya akan menyempurnakan kerusakan akhlak. Memang selama ini orang berdalih pornografi sudah jalan, tapi kalau dikeluarkan majalah itu, sama saja legalisasi," tegas Muzadi.Oleh karena itu, dia akan meminta kepada Pengurus Pusat Muslimat NU, supaya dalam kongresnya di Batam bulan Maret untuk me-launching gerakan moral antipornografi. Penerbitan majalah ini akan dijadikan titik tolak dari gerakan moral antipornografi secara komprehensif.Muzadi juga menambahkan, sulitnya gerakan moral antipornografi sama dengan gerakan moral antikorupsi. Sebab, pornografi yang terjadi saat ini sudah menjadi industri, tidak hanya sekadar seks semata."Pemberantasan pornografi tidak mudah, hampir sama sulitnya dengan pemberantasan korupsi," katanya.Guna menghentikan rencana penerbitan Playboy Indonesia itu, PBNU akan melakukan komunikasi dengan semua departemen, DPR, bahkan Presiden SBY. Dia menilai penerbitan majalah ini merupakan kesengajaan."Iya dong, semuanya kan diberitahu. Kalau ini nggak sengaja, tahu-tahu kan ada di jalan. Kalau sengaja berarti ada program untuk pornografi. Bahwa ini sudah terlanjur, mari kita hilangkan," ujar Muzadi.PBNU mengharapkan adanya kriteria yang jelas soal pornografi dalam pembahasan RUU Pornografi di DPR saat ini. Diharapkan, UU itu nantinya bisa menjamin pembentukan karakter kepribadian bangsa.
(zal/)











































