Eksklusif

Pengakuan Ketua KAMI Medan Bagikan Logistik ke Pendemo: Dari 'Hamba Allah'

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 11:53 WIB
Ketua KAMI Medan, Khairi Amri di Bareskrim, Polri
Ketua KAMI Medan Khairi Amri di Bareskrim Polri (20detik)
Jakarta -

Polisi menangkap Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri. Teranyar, Khairi diterbangkan dari Medan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

detikcom berkesempatan mewawancarai eksklusif Khairi setiba dia di Mabes Polri. Dia lantas menceritakan soal penangkapan dirinya pada Jumat, 9 Oktober, lalu. Dia mengaku memang membagikan makanan untuk pendemo di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut).

"Jadi (Kamis, 8 Oktober) malam, kebetulan saya ditelepon, ada hamba Allah yang mau menyumbangkan makanan kalau ada aksi (demonstrasi) besok (Jumat, 9 Oktober). Dia mau menyumbangkan air mineral, roti, nasi bungkus," cerita Khairi kepada detikcom di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (12/10/2020) malam.

'Hamba Allah' tersebut, lanjut Khairi, memberikan 100 nasi bungkus, 8 dus air mineral, serta roti. Khairi mengaku tak mengenal sosok 'hamba Allah' tersebut.

"Nggak (kenal, red), karena saya belum sempat ketemu. Cuma namanya disebutkan 'hamba Allah' itu, dengan jumlah 100 nasi bungkus, kalau air mineral sekitar 8 kotak, roti saya nggak hitung berapa, nggak tahu," ucap Khairi.

Khairi mengatakan, pada hari penangkapan, dia bersama simpatisan KAMI lainnya pergi ke lokasi demonstrasi untuk mendistribusikan makanan dan minuman untuk pendemo. Khairi memilih lokasi depan kantor pemadam kebakaran yang menurutnya berjarak agak jauh, sekitar 500 meter dari lokasi demo, yaitu depan gedung DPRD Sumut.

"Setelah Jumatan, saya lihat ibu-ibu, emak-emak sudah makan dengan nasi pemberian itu. Itu sudah ada yang mau aksi atau apa, mau lewat pokoknya, ada rombongan mahasiswa lewat, kita bagi gitu. Dibagilah sama kawan-kawan (KAMI), itu pun belum semua (makanan) habis sampai sekitar pukul 15.00 WIB," ujar dia.

Khairi kemudian menuturkan meminta rekan-rekannya mendekat ke titik demonstrasi agar logistik cepat habis. Khairi menyebutkan, saat dirinya dan simpatisan KAMI lainnya mendekat ke lokasi demo, suasana tak ricuh.

"Ini kek mana belum habis (logistik, red) saya. Memang aksi damai, nggak ada apa-apa gitu kan. Ya sudah supaya habis, ayo kita maju ke depan, kesepakatan begitulah, maju ke depan, ke samping kantor pengadilan. Pas sampai situ, waktu azan Asar. Saya sampai di pengadilan, kawan-kawan ada yang sampai, ada yang belum sampai kan," tutur Khairi.

Usai salat Asar, singkat cerita Khairi, ada pergerakan sejumlah massa pelajar pendemo yang meriuhkan situasi. Khairi mengklaim dirinya sempat memvideokan pergerakan pelajar itu dan mengimbau para pelajar pulang.

"Waktu saya mengejar anak-anak tadi di situ, saya diamankan dan dibilang saya penggerak massa," ucap Khairi.

Dia lantas diamankan polisi ke dalam gedung DPRD, selanjutnya digiring ke Mapolrestabes Medan. Di mapolres, Khairi menyebut polisi memeriksa ponselnya.

"Ya setelah itu kan ditahan, HP kita dibuka, ada pelanggaran IT," tutup dia.

(aud/hri)