Profil Syahganda Nainggolan, Petinggi KAMI yang Ditangkap Polisi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 11:47 WIB
Aktivis Syahganda Nainggolan di Kantor DPD PDIP Jakarta, Senin (25/4/2016).
Petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Salah satu petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, ditangkap polisi. Sebelum bergabung dengan KAMI, Syahganda dikenal sebagai aktivis yang cukup vokal.

Dikutip dari buletin Indonesia Reports, Syahganda dikenal sebagai aktivis era '80-an saat masih berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia pernah divonis hukuman penjara 10 bulan karena berdemo.

Usai bebas, Syahganda kembali aktif menjadi aktivis. Sebagaimana dicatat Herry Gunawan, dalam buku 'Adi Sasono, di bawah bendera rakyat', Syahganda bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat.

Ormas ini saat itu identik dengan Adi Sasono, yang ketika itu menjadi kandidat kuat presiden pesaing BJ Habibie. Tak lama setelah itu, PDR berubah menjadi partai politik yang ikut bertarung pada Pemilu 1999. Syahganda kemudian juga ikut membentuk Partai Merdeka.

Syahganda Nainggolan kemudian mendapat posisi Komisaris Pelindo II pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, pada 2008, dia dicopot karena menjadi caleg dari Partai Golkar. Namun, Syahganda tak lolos ke Senayan.

Syahganda kemudian membentuk lembaga konsultan politik bernama Sabang Merauke Circle (SMC) pada 2010.

Simak juga video 'Ketua KAMI Medan Ditangkap: Saya Dituding Penggerak Massa!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2