Prabowo Jawab Anggapan Tak Lagi Lantang Usai Gabung Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 07:44 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyambangi pameran alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Kamis (23/1/2020). Mereka mengecek sejumlah kendaraan dan senjata perang buatan dalam negeri.
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkenal lantang saat menjadi rival Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Kini Prabowo bergabung ke Jokowi dengan menjabat Menteri Pertahanan RI. Ada kesan Prabowo tak lagi lantang bersuara.

Dalam wawancara courtesy DPP Partai Gerindra, Prabowo ditanya soal anggapan tidak lantang lagi setelah bergabung dengan Jokowi. Prabowo menyebut seorang pemimpin itu harus pandai menempatkan diri.

"Lantang? Wah.... Jadi begini. Kita sebagai pemimpin, kita harus mengerti, dan kita harus tahu ya kan, peran apa, di saat apa, dengan cara apa. Jadi itu kita harus pandai untuk memilih. Tetapi nilai-nilai tidak berubah, cita-cita tidak berubah," kata Prabowo dalam video yang dilihat pada Senin (12/10/2020).

"Ibarat kita, tujuan kita mau dari Jakarta ke Surabaya, kadang-kadang kita harus tentukan apakah saya lewat jalur utara atau jalur selatan? Tapi ujungnya saya masih tetap mau ke Surabaya," ucap Prabowo.

Prabowo menegaskan cita-citanya saat Pilpres 2019 sama sekali tidak berubah. Prabowo menegaskan hanya menjalani perannya saat ini demi kemajuan bangsa.

"Jadi waktu saya di luar pemerintah, saya calon presiden, ya saya menyampaikan cita-cita saya, nilai-nilai saya melalui program, melalui manifesto perjuangan," kata Prabowo.

Sikap lantang berbicara dalam forum pun dijelaskan Prabowo. Kalau dia bicara dengan nada loyo di depan ribuan orang, Prabowo mengaku kasihan kepada pendukungnya.

"Dan kalau kita bicara di forum, kan kita bicara di depan ribuan orang. Kalau kita bicara di depan 100 orang saja kalau tidak lantang, ngantuk. Saya kan bekas komandan pasukan, bekas panglima. Panglima, komandan, itu ya guru, ya pelatih. Jadi saya mengerti. Makanya kalau pelatih yang baik itu suaranya ya lantang supaya anak buahnya nggak ngantuk. Kalau rakyat ribuan, kalau saya bicara (suara bergumam) capek dia, kan kasihan mereka," kata Prabowo.

"Tapi cita-cita yang saya perjuangkan tidak berubah. Nah begitu saya memutuskan bahwa demi kepentingan bangsa dan negara supaya Indonesia kuat, kita harus ada ketenangan, kita harus ada stabilitas, kita harus ada persatuan, kita harus ada kerukunan karena negara kita sudah dari zaman dahulu, ratusan tahun sebelum kita punya Republik Indonesia, Nusantara ini ratusan tahun kita diganggu. Kenapa, karena kita ini kaya," ucap Prabowo.

Simak juga video 'Prabowo Diizinkan Lagi Masuk ke Negeri Paman Sam':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/jbr)