Tol Dalkot Kelapa Gading Dikritik, Komisi V DPR Jelaskan Kendala Pembangunan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 19:36 WIB
Pembangunan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading terus dikebut pengerjaannya. Para pekerja pun tampak sibuk menyelesaikan proyek jalan tol tersebut.
Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading Terus Dibangun di Tengah Pandemi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Hotman Paris Hutapea mengkritik pengerjaan proyek ruas tol dalam kota (dalkot) rute Kelapa Gading-Pulo Gebang. Komisi V DPR RI menjelaskan sejumlah kendala terkait pembangunan jalan tol itu.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa mengatakan salah satu faktor yang menghambat pembangunan proyek adalah terkait pembebasan lahan di kawasan sekitar jalan tol itu. Kemudian, bencana banjir di awal Januari hingga Februari 2020 turut menjadi kendala dalam proyek pembangunan tol.

"Kendala dalam pembangunan. Satu, pembebasan lahan untuk pengalihan lalu lintas atau traffic diversion sepanjang proyek," ucap Nurhayati kepada wartawan pada Senin (12/10/2020).

"Kedua. Banjir yang melanda dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2020," imbuhnya.

Alasan lainnya, menurut Nurhayati, ialah adanya proyek pemindahan SUTET milik PLN yang kini masih berlangsung di sekitar lokasi. Tepatnya di kawasan Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Dua, Jakarta Utara.

"Ketiga. Pemindahan saluran udara ekstra-tinggi (SUTET) milik PLN di sekitar Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara," ungkap Nurhayati.

Lebih lanjut, Politikus PPP ini menilai pembangunan proyek di wilayah perkotaan memang cenderung sulit. Sebab, terdapat banyak bangunan seperti gedung, perumahan, utilitas yang berada di sekitar lokasi proyek.

"Tingkat kesulitan membangun proyek di wilayah perkotaan seperti tol Kelapa Gading-Pulo Gebang yang sulit. Karena banyak bangunan di sekitar, baik gedung perkantoran, perumahan, utilitas, baik yang di atas maupun bawah tanah, sehingga butuh kehati-hatian dalam setiap pembangunannya," jelasnya.

Nurhayati pun menegaskan Komisi V DPR RI mendorong Kementerian PUPR dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) agar mempercepat proses pembangunan jalan tol di kawasan Kelapa Gading. Begitu juga dalam pengadaan lahan untuk pembangunan di ruas lain.

"Komisi V DPR RI mendorong Kementerian PUPR dan BPJT untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka mempercepat proses pembangunan jalan tol ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang, serta mempercepat pengadaan lahan untuk pembangunan ruas lainnya," tegas Nurhayati.

Diketahui, proyek pembangunan ruas tol dalam kota (dalkot) rute Kelapa Gading yang tak kunjung selesai dikritik oleh pengacara Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang itu heran, padahal proyek jalan tol tersebut terbilang pendek, namun sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai.

"Bapak Menteri PU ini jalan tol terpendek di dunia, di Kelapa Gading Permai, tapi nggak selesai-selesai. Ini tanggung jawab siapa ini Bapak Menteri PUPR, katanya ini tanggung jawab Menteri PUPR benar nggak Pak? Kasihan rakyat ni jalan tol terpendek (tapi nggak selesai-selesai)," kata Hotman dalam Instagram resminya, @hotmanparisofficial, yang dikutip detikcom, Minggu (11/10).

(hel/eva)