Puluhan Kelompok Tani Kota Bogor Dapat Bantuan dari Kementan & KKP

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 19:14 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Budhy Setiawan menyerahkan bantuan hasil aspirasi untuk Dinas Pertanian Kota Bogor dari Kemetan dan Kementerian Perikanan & Kelautan.
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI, Budhy Setiawan menyerahkan bantuan hasil aspirasi untuk Dinas Pertanian Kota Bogor dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Perikanan dan Kelautan. Budhy menyebut bantuan yang diberikan akan disalurkan ke 30 kelurahan di 5 kecamatan di Kota Bogor dengan cakupan 56 kelompok tani dan budi daya ikan.

Adapun bantuan tersebut berupa lumbung pakan hijauan ternak sebesar Rp 2,7 miliar untuk 9 kelompok tani dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020, renovasi dan pengadaan peralatan rumah potong unggas (RPU) Rp 5 miliar, dan program P2L Rp 490 juga dari DAK 2021. Selain itu diserahkan juga sejumlah alat seperti alat pemanen kombinasi (combine harvester) 1 unit, alat perontok padi (power thresher) 3 unit, hand tractor 9 unit, mesin pompa air 24 unit, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) 17 paket, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) 4 paket, bantuan kambing/domba 140 ekor, bantuan pakan dan benih ikan 4 paket, bantuan calon indukan ikan 3 paket, bantuan 10 bioflok ikan Lele dan 8 bioflok ikan Nila 1 paket, bantuan Sapi 20 ekor, bantuan Ayam KUB 2.000 ekor dan bantuan budikdamber 40 unit.

Kemudian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat diserahkan bantuan 1.500 bibit jeruk siam, 500 bibir jeruk keprok, dan 600 bibit pepaya delima. LAlu dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) diberikan bantuan 5.000 bibit lada.

Budhy menyebut tujuan penyerahan bantuan ini untuk mengapresiasi stakeholder pelaku pertanian, termasuk pemangku kebijakan di bidang pertanian di Kota Bogor agar bisa terus berkembang.

"Untuk memotivasi mereka agar bisa semakin meningkatkan kepedulian pertanian di Kota Bogor. Meskipun ini kota, tapi jangan melupakan produksi pertanian. Kita harus mengembangkan pertanian yang minim lahan tetapi maksimal terhadap hasilnya. Sehingga bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk bertani," ujar Budhy.

Ia mengatakan ada banyak pola pertanian atau perikanan yang dengan lahan terbatas tapi maksimal terhadap penghasilannya, salah satunya melalui urban farming yang sedang dikembangkan oleh Kota Bogor. Budhy mengatakan pihaknya mendorong dengan bantuan-bantuan tersebut. Ia berharap pertanian urban farming ini bisa meningkatkan penghasilan masyarakat Kota Bogor sehingga membantu meningkatkan lapangan kerja.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya berterima kasih atas bantuan yang diberikan di Kantor DKPP Kota Bogor, Jalan Raya Cipaku, Bogor Selatan. Ia menyebut bantuan ini sangat berarti agar warga Bogor tidak putus harapan dan tidak terdampak terlalu besar dari COVID-19.

"Namun PR-nya adalah, bantuan dari Kang Budhy ini harus diiringi oleh pendampingan dari DKPP. Tim penyuluhannya harus terus jalan. Diberi peralatan, diberi insentif, harus terus didampingi agar bisa maksimal dalam produksinya," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2020).

Selain pendampingan dan penyuluhan, Bima juga meminta agar dikoneksikan dengan pasarnya. Menurutnya, hal ini penting untuk mengawal dari hulu ke hilir agar alat-alat tersebut manfaatnya besar, ditambah kemauan, pembinaan, didorong untuk memasuki pasar.

"Besar harapan kita juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan, kalau terus berkembang bisa mengajak saudara-saudara kita, rekan-rekan kita yang hari ini terdampak," katanya.

Bima juga mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor untuk terus berinovasi mengembangkan sektor pertanian lantaran sektor ini yang mampu bertahan di tengah pandemi.

"Hasil survei yang Pemkot Bogor gelar (bersama Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapore) menunjukan bahwa 90 persen terpapar secara ekonomi, 40 persen kehilangan mata pekerjaan. Sebagian memang ada yang sudah bekerja kembali. Ada 80 persen yang pendapatannya menurun, tapi ada 1 persen yang pendapatannya naik. Siapa mereka? Ternyata yang bergerak di pertanian, yang kedua produsen makanan sehat dan peralatan olahraga. Sekarang orang ingin sehat," paparnya.

Bima mengatakan survei juga menunjukkan demand komoditas pertanian luar biasa. Kebutuhan naik 300% dari kondisi biasa, makanya banyak ibu-ibu giat di kelompok wanita tani (KWT), mereka menanam bayam, kangkung, dan kelor, cabai, dan sayuran lainnya.

"Bukan saja untuk dikonsumsi sendiri supaya tidak usah beli di luar, tapi juga dipasarkan. Demikian juga lele dan ikan lainnya. Jadi ini berkembang dan demand-nya ada. Karena itu bagus, kalau bukan saja mengisi kegiatan tapi juga memberikan kesejahteraan," imbuh Bima.

Kepala DKPP Kota Bogor, Anas Rasmana mengatakan lahan pertanian di Kota Bogor tinggal 170 hektare. Lahan baku atau lahan yang tidak boleh berubah dan ahrus terus pertanian hanya 52 hektare.

"Oleh karena itu kita dorong perkantoran, pekarangan rumah, untuk urban farming. Kita bekerja sama untuk membuat urban farming dan budidaya ikan dalam ember. Di anggaran perubahan ini Pemkot Bogor mengalokasikan anggaran untuk 600 budikdamber, 600 koloni urban bee, budidaya lebah. Modalnya 1 juta, panen sebulan sekali, penghasilannya sekali panen Rp 400 ribu," ucapnya.

(akn/ega)