ADVERTISEMENT

Cegah Klaster Pengungsian, Warga Ciganjur Korban Banjir-Longsor Dites Rapid

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 14:21 WIB
Pengungsi korban banjir Ciganjur, Jaksel, akan dites rapid, Senin (12/10/2020).
Foto: Pengungsi korban banjir Ciganjur, Jaksel, akan dites rapid. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Kepala Puskesmas Jagakarsa Susilowati memastikan seluruh pengungsi korban longsor dan banjir di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akan menjalani rapid test. Rapid test merupakan upaya pencegahan kemunculan klaster viurs Corona (COVID-19) di pengungsian.

"Untuk pengungsi, jadi setelah dievaluasi kemarin, hari ini tim COVID memutuskan semua pengungsi kita rapid, karena situasi kondisi seperti ini, padat. Jadi supaya salah satu pencegahan untuk mereka," kata Susilawati kepada wartawan di posko pengungsian longsor dan banjir Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020).

Susilowati memerinci sebanyak 15 petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan. Sedangkan, lanjut Susilowati, total pengungsi yang akan menjalani rapid tes sekitar 200 orang.

"Kalau masuk semua sekitar 200 yang ada, kalau misalnya hari ini selesai (ya), selesai. Kalau misalnya hari ini tidak selesai, mungkin mereka masih ada kesibukan di bawah kita lanjutkan besok," ungkapnya.

Adapun, rapid test ini merupakan screening awal untuk mendeteksi virus COVID-19. Apabila pengungsi dinyatakan reaktif akan diberikan tindakan lanjutan yakni tes usap atau swab tes

"Nah karena ini masa pandemi jadi pelayanan kesehatan kami satukan dengan screening, jadi dimasukkan dengan screening. Jadi screening awal dilakukan rapid test, nanti kalau misalnya hasilnya ada yang reaktif petugas langsung lakukan swab," jelas Susilowati.

Nantinya, apabila ada Pengungsi yang dinyatakan positif Corona akan menjalani isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan. Susilawati memastikan bahwa lokasi tempat isolasi mandiri masih berada di sekitar Kecamatan Jagakarsa.

"Untuk swab ini memang sudah ada tempat isolasi khusus menunggu hasil juga kerja sama dengan lintas sektor. Nanti akan disiapkan tetap di wilayah kecamatan Jagakarsa karena menunggu hasil," sambungnya.

Untuk diketahui, banjir di Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel) yang terjadi pada Sabtu (10/10) lalu akibat luapan anak Kali Setu. Aliran kali tertutup longsoran tembok perumahan hingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

"Banjir hari ini terjadi karena yang pertama yaitu untuk kali, anak Kali Setu itu tertutup longsoran tembok dari Melati Residence, sehingga air yang harusnya mengalir dari arah selatan menuju utara tertutup sehingga air meluap ke permukiman warga," kata Alamsyah saat ditemui di lokasi banjir Ciganjur, Sabtu (10/10/2020).

Ratusan warga dievakuasi dan mengungsi ke posko pengungsian terdekat. Ketinggian air di permukiman warga mencapai 1,5 meter.

(zak/zak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT