Sultan Banjar Gembira Belanda Janji Kembalikan Pusaka Berlian 70 Karat

M Risanta - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:49 WIB
Berlian 70 karat Sultan Banjarmasin yang dulu dirampas Belanda, hendak dikembalikan. (Situs Rijksmuseum belanda: www.rijksmuseum.nl)
Berlian 70 karat Sultan Banjarmasin yang dulu dirampas Belanda, hendak dikembalikan. (Situs Rijksmuseum belanda: www.rijksmuseum.nl)
Banjarmasin -

Sultan Banjar H Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah menyambut gembira rencana museum asal Belanda mengembalikan pusaka yang dijarah era kolonial ke negara asalnya, termasuk berlian 70 karat asal Kerajaan Banjar. Dia berharap janji itu bisa terealisasi.

"Kami ingin berlian tersebut dikembalikan ke Indonesia bukan ke Pemerintah Indonesia, melainkan ke tempat asal berlian tersebut yaitu Kesultanan Banjar," kata Khairul Saleh saat dihubungi detikcom, Senin (12/10/2020).

Menurut pria yang merupakan zuriat (keturunan) Raja Banjar itu, berlian 70 karat tersebut mesti dikembalikan ke Kesultanan karena faktor milik kerajaan Banjar. Pusaka itu dirampas dan dibawa ke negeri Belanda di masa kolonial.

"Karena tersebut bukan milik pemerintah Indonesia tapi milik Kerajaan Banjar. Semoga pemerintah bisa memahami asal berlian tersebut," ujar Khairul, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Sultan Banjar H Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah.Sultan Banjar H Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah. (Istimewa)

Sementara itu, pemerhati Budaya Banjar, Zulfaesal Putera, mengaku sependapat dengan Sultan Banjar H Khairul Saleh. Namun, proses pengembalian itu bukan perkara mudah karena menyangkut antara pemerintah Indonesia dan Belanda.

"Karena proses pengembalian melibatkan negara dan hubungan Belanda ke Indonesia lebih kepada hubungan negara. Jika pada akhirnya berlian itu akan dikembalikan kepada Kesultanan Banjar akan melewati proses dialog dan diplomasi tidak sebentar," jelas Zulfaesal.

Zulfaesal meminta Kesultanan Banjar proaktif dan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memudahkan prosesi pengembalian benda pusaka bersejarah. Sebab, harus dipikirkan ke depannya benda-benda sejarah ini disimpan di mana dan aman.

"Kesultanan Banjar saat ini belum punya Istana, di mana meletakkan dan menyimpannya. Tentu ini akan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Ini yang harus dikoordinasikan. Tentunya ini kabar gembira Negara Belanda mau mengembalikan pusaka Banjar ke banua (daerah, red)," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2