TGPF Intan Jaya Segera Susun Laporan Hasil Penyelidikan

Saiman - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 09:48 WIB
TGPF Intan Jaya tiba di Timika Papua (Foto: Saiman/detikcom)
TGPF Intan Jaya tiba di Timika, Papua. (Saiman/detikcom)
Timika -

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Benny Mamoto, mengatakan timnya telah menyelesaikan penyelidikan kasus-kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya, Papua. Benny mengatakan target yang ditetapkan dalam penyelidikan itu telah tercapai.

"Kami sudah menyelesaikan target secara maksimal dalam kondisi seperti ini. Artinya tidak kondisi normal," kata Benny di Timika, Papua, Senin (12/10/2020).

Benny mengatakan saksi-saksi dalam kasus-kasus penembakan, termasuk penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa, telah dihadirkan. Dia mengungkapkan timnya tidak mendatangi langsung para saksi lantaran alasan keamanan.

"Jadi berbagai upaya kami lakukan seperti menghadirkan saksi di lokasi kami. Kami tidak mendatangi mereka karena pertimbangan keamanan. Namun menurut kami semua target yang sudah kami tetapkan, sudah tercapai. Kalau ada kekurangan di sana-sini kami akan berkoordinasi dengan Danrem, Dandim, Kapolres, Direskrimum untuk kelengkapan-kelengkapan data yang mungkin masih diperlukan," papar Benny.

Benny menjelaskan tugas TGPF dalam pengusutan kasus penembakan di Intan Jaya adalah untuk membuat terang. Pihaknya bekerja secara teknis untuk mengumpulkan data dan informasi dari para saksi.

"Selanjutnya dalam konteks tugas kami sebagai TGPF, tentunya membuat terang peristiwa. Berbeda dengan penyidikan, kalau penyidikan semua langkah harus pro justitia sesuai yang diatur dalam KUHAP. Kalau kami teknis untuk mengumpulkan data dan informasi. Kita lakukan di lapangan bagaimana cara mendekati para pihak yang menjadi saksi supaya mereka secara nyaman merasa aman dalam memberikan keterangan, sehingga keterangan yang diberikan secara objektif dan benar. Itu yang penting," tuturnya.

Dia mengungkapkan, selanjutnya, TGPF akan menyusun laporan dari hasil penyelidikan. Laporan itu berisi analisis, evaluasi, dan rekomendasi kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

"Selanjutnya kami menyusun laporan memberikan analisa, evaluasi serta rekomendasi. Dari rekomendasi itulah nanti akan muncul seperti contoh bagaimana untuk penyidikannya, bagaimana untuk pembuktian, secara pro justitia. Sehingga apa yang kami dapatkan bisa juga menjadi info tambahan, menjadi pertimbangan langkah oleh para penyidik nantinya dan marilah kita sama-sama untuk mengikuti proses ini, karena proses ini masih cukup panjang. Dan kami yakin kebenaran akan dapat ditegakkan," ungkap Benny.

Saat ditanya mengenai hasil penyelidikan timnya, Benny enggan membeberkan. Dia mengatakan hasil penyelidikannya untuk sementara bersifat terbatas.

"Karena kami konteksnya adalah membuat terang gambaran itu, tentunya sudah mulai bisa kami dapatkan, namun masih terbatas untuk laporan pimpinan dulu. Bukan untuk konsumsi publik karena nanti bisa mengganggu proses penyidikan selanjutnya," kata dia.

(mae/dhn)