Round-Up

Yang Akhirnya Boleh Buka Usai PSBB Kembali Transisi di Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 07:02 WIB
Bioskop di China Kembali Dibuka, Intip Yuk Penampakannya!
Foto: Dok. Xinhua/Peng Ziyang
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Beberapa tempat usaha dan pariwisata yang sebelumnya dilarang beroperasi, kini boleh buka dengan syarat tertentu.

Aturan itu didasari Pergub No 101 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Pergub No 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Aturan ini diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 9 Oktober 2020.

Berikut rangkuman tempat-tempat mana saja yang diperbolehkan beroperasi kembali:

1. Dine In di Restoran-Kafe

Ini 5 Tips Aman Pakai dan Lepas Masker saat Makan di RestoranIlustrasi (Foto: Shutterstock)

Restoran, rumah makan, ataupun kafe merupakan salah satu jenis usaha dalam sektor esensial yang diizinkan. Saat PSBB Transisi ini, pengunjung diizinkan untuk dine in pada pukul 06.00-21.00 WIB.

Selain itu, restoran ataupun kafe yang memiliki izin TDUP live music/pub diizinkan menggelar live music dengan syarat tertentu. Sebelumnya, pada masa pengetatan PSBB, restoran hingga kafe dilarang melayani dine in dan menggelar live music.

Berikut ini aturan untuk restoran maupun kafe tersebut:

a. Maksimal 50% kapasitas.
b. Jarak antar meja dan kursi min 1,5 meter, kecuali untuk 1 domisili.
c. Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang
(melantai).
d. Alat makan-minum disterilisasi secara rutin.
e. Restoran yang memiliki izin TDUP live music/pub dapat menyelenggarakan live music dengan pengunjung duduk di kursi berjarak, tidak berdiri dan/atau melantai, serta tidak menimbulkan kerumunan.
f. Pelayan memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Bagi restoran atau kafe yang melanggar, sanksi pun mengancam. Sanksi tersebut berupa penutupan sementara sampai denda hingga Rp 150 juta.

2. Bioskop

Ilustrasi bioskopIlustrasi bioskop (Foto: iStock)

Bioskop yang sebelumnya dilarang dibuka karena aturan PSBB ketat, kini diperbolehkan dibuka. bioskop diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25%.

Kemudian, pengaturan tempat duduk harus dibuat berjarak minimal 1,5 meter. Selain itu, di dalam bioskop pengunjung yang datang dilarang untuk lalu lalang ataupun berpindah tempat duduk. Yang tak kalah penting petugas bioskop juga wajib mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan.

Lalu dalam protokol kesehatan umum, pengelola juga wajib untuk mendata pengunjung yang datang. Pengelola harus menyediakan pencatatan pengunjung macam buku tamu, bisa juga dengan menggunakan teknologi digital.

Untuk jam operasionalnya diharuskan melalui persetujuan teknis. Nantinya pengelola gedung bioskop diharuskan mengajukan persetujuan teknis ke Pemprov DKI.

3. Upacara pernikahan

Two couple have bouquet at the sunset beachilustrasi pernikahan (Foto: Getty Images/kyonntra)

Saat penerapan PSBB ketat, akad nikah hanya diperbolehkan di KUA ataupun di dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Kini, penyelenggaraan pernikahan boleh di gedung atau indoor.

Selain akad nikah, disebutkan kegiatan seperti meeting, workshop, seminar, teater, pemberkatan, upacara pernikahan, dan lain-lain.

Ketentuannya yaitu:
- Maksimal kapasitas 25 persen
- Jarak antar tempat duduk minimal 1,5 meter
- Peserta dilarang berpindah-pindah tempat duduk, atau berlalulalang (melantai)
- Alat makan-minum disterilisasi
- Pelayanan makanan dilarang dalam bentuk prasmanan
- Petugas memakai masker, face shield, dan sarung tangan

Untuk jam operasionalnya diharuskan melalui persetujuan teknis. Nantinya pengelola gedung diharuskan mengajukan persetujuan teknis ke Pemprov DKI.

Simak juga video 'Jakarta Sangat Bergantung Kedisiplinan Warga di PSBB Transisi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2