Mengenal 7 Calon Pimpinan KY 2020-2025 Usulan Jokowi

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 16:14 WIB
Gedung Komisi Yudisial (KY)
Gedung Komisi Yudisial (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih 7 pimpinan Komisi Yudisial (KY) 2020-2020. Nama itu harus mendapat persetujuan DPR terlebih dahulu. Dua nama adalah inkumben dan 5 muka baru. Siapa saja?

Dalam catatan detikcom, Minggu (11/10/2020), ada nama Sukma Violetta. Perempuan pertama yang menjadi pimpinan KY 2015-2020 itu mewakili unsur masyarakat. Untuk periode 2020-2025, ia mewakili kelompok praktisi.

Ibu tiga anak kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1964, ini memperoleh gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 1990. Kemudian ia memperoleh gelar LL.M dari University of Nottingham, Inggris, pada 1997.

Dia memulai karier sebagai pengacara di LBH Jakarta-YLBHI pada 1987-1990, kemudian bergabung di Gani Djemat & Partners sejak 1990 hingga 1992. Ia juga pernah menjadi konsultan legislasi pada 2002-2003 di Sekretariat DPR RI.

Kemudian kariernya lebih banyak dihabiskan untuk upaya perbaikan peradilan di Indonesia. Tercatat, istri dari Wakil Ketua MPR Arsul Sani ini pernah menjadi konsultan reformasi hukum dan Peradilan di Partnership for Governance Reform in Indonesia pada 2003-2006.

Lolos juga pimpinan KY Joko Sasmito yang ikut mendaftar. Joko merupakan pimpinan KY pertama berlatar belakang militer.

Selepas tamat dari STM Pembangunan Negeri Surabaya pada 1979, Joko Sasmito bergabung dengan TNI. Dalam rentang 1980-1985, sebagai Komandan Regu Batalyon Infanteri 512 Malang, ia terlibat dalam Operasi Timor-Timur.

Ayah dua putri ini kemudian meraih gelar sarjana hukum di Perguruan Tinggi Hukum Militer Hukum pada 1994. Kemudian pada tahun 2000, ia melanjutkan kuliah S2 di Universitas Airlangga, Jurusan Ilmu Hukum.

Joko mulai menjadi hakim militer degan menjadi Kataud Mahkamah Militer III-13 Madiun pada tahun 2000. Pada tahun itu pula, ia menjadi hakim militer di instansi yang sama.

Pada 2011, ia meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya. Setelah menjadi Kepala Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin dan Wakil Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta, ia menjadi salah satu anggota KY.

Nama lain yang lolos adalah Ketua Ombudsman RI Prof Amzulian Rifai. Amzulian adalah guru besar Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Saat ini ia menjadi Ketua Ombudsman.

Amzulian Rifai meraih SH dari Unsri pada 1988 dan melanjutkan magister hukum di Melbourne University, Australia, pada 1995. Pendidikan PhD ia raih pada 2002 dari Monash University, Australia. Pada 2005, ia dikukuhkan menjadi Profesor Hukum Tata Negara dari Unsri.

Dari unsur hakim lain, ada M Taufiq Hz. Taufiq adalah mantan hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama. Sedangkan dari unsur praktisi lain, ada Ziyad Khadafi. Ziyad merupakan pengacara.

Adapun dari akademisi lain ada guru besar hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof Mukti Fajar Nur Dewata. Mukti menyelesaikan S3 dari FH UI di bidang hukum ekonomi dengan disertasi soal Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia.

Sedangkan satu orang mewakili masyarakat adalah Siti Nurjanah. Siti dulunya PNS Mahkamah Agung dan lama berkecimpung di Pusdiklat MA hingga pensiun.

Tonton juga 'Jokowi Kirim 7 Nama Calon Anggota KY ke DPR':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/imk)