Camat Jagakarsa: Korban Tewas saat Banjir Ciganjur Merupakan Ibu Hamil

Bagus Putra Laksana - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 01:20 WIB
Camat Jagakarsa, Alamsyah.
Camat Jagakarsa, Alamsyah. (Foto: Bagus Putra Laksana/detikcom)
Jakarta -

Banjir di Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel) menewaskan seorang warga. Camat Jagakarsa, Alamsyah, mengungkap korban yang meninggal dunia itu tengah dalam kondisi hamil.

"Ada 1 yang meninggal dunia, yaitu sekitar umur 40 tahun, seorang perempuan yang kebetulan sedang hamil," kata Alamsyah saat ditemui di lokasi banjir Ciganjur, Jaksel, Sabtu (10/10/2020).

Jenazah korban pun telah dievakuasi. Alamsyah menyebut korban saat ini berada di rumah duka.

"Saat ini sedang di rumah duka," ujarnya.

Banjir di Ciganjur merendam ratusan rumah. Sebanyak kurang lebih 100 warga pun harus mengungsi ke posko pengungsian terdekat.

"Jumlah yang terendam rumahnya ada sekitar 300 rumah, kemudian untuk warga yang ada di rumah sebagian sudah diungsikan pada posko yang terdekat, kemudian juga ada ke keluarga terdekat juga," jelasnya.

Banjir di Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel)Banjir di Ciganjur, Jakarta Selatan (Foto: Bagus Putra Laksana/detikcom)

Alamsyah menjelaskan banjir di Ciganjur terjadi karena luapan anak Kali Setu. Banjir merendam rumah warga hingga ketinggian 1,5 meter.

"Banjir hari ini terjadi karena yang pertama yaitu untuk kali, anak Kali Setu itu tertutup longsoran tembok dari Melati Residence, sehingga air yang harusnya mengalir dari arah selatan menuju utara tertutup sehingga air meluap ke permukiman warga," jelas Alamsyah.

"Ketinggian air yang meluap antara 75 cm sampai 1,5 meter," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga dinyatakan meninggal dunia akibat banjir di Ciganjur, Jakarta Selatan. Informasi yang diterima dari Lurah Ciganjur, Hizfillah, Sabtu (10/10), korban meninggal dunia adalah seorang perempuan berusia sekitar 45 tahun.

"1 meninggal (dibawa ke) RS Marinir. Korban meninggal jenis kelamin perempuan, usia sekitar 45 tahun," kata Hizfillah.

(azr/eva)