Ajarkan Salat Sambil Bersiul
Sumardi Dapat Wahyu Lewat Mimpi
Selasa, 17 Jan 2006 22:52 WIB
Makassar -
Ajaran yang tertuang dalam kitab Laduni, yang diyakini oleh Sumardi (60), ternyata diawali lewat mimpi. Dari mimpi itulah, Sumardi lalu menuangkannya dalam kitab Laduni.Hal ini diungkapkan oleh Sumardi, selama diperiksa oleh tim penyidik dari Polresta Polmas, Sulawesi Barat. "Dari hasil pemeriksaan, dia mengatakan kalau dia yakin kalau dia dapat wahyu. Wahyu itu awalnya dia terima lewat mimpi," tutur AKBP Sukria Gaus, Kapolresta Polmas, ketika dihubungi via ponselnya, Selasa (17/1/2006).Menirukan perkataan Sumardi, Sukria mengungkapkan kalau Sumardi bermimpi bertemu dengan orang tua. Saat bertemu dengan orang tua itu, Sumardi diberi 17 parang, dan disuruh untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. "Katanya, 17 parang itu lalu dimasukkan ke dalam mulutnya," ucap Sukria.Sejak bermimpi soal parang itulah, Sumardi langsung lancar menuliskan "wahyu" itu ke dalam kitab Laduni. Sumardi meyakini jikalau parang yang dimasukkan ke dalam mulutnya itu adalah wahyu yang diturunkan untuknya.Tetap Terima IslamSelama dalam penjara, Sumardi juga mengakui agama Islam. Ia pun tetap kukuh pada pendiriannya bahwa agama yang dianutnya adalah Islam. Namun, ia juga yakin kalau salat dengan bersiul yang dilaksanakannya sudah sesuai dengan islam, yang ia pahami.
(mar/)










































