Menneg PAN Perintahkan ANRI Bikin Perpustakaan Elektronik
Selasa, 17 Jan 2006 23:17 WIB
Jakarta - Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufiq Effendi memerintahkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk membuat perpustakaan elektronik. "It is an order," katanya.Kata-kata Taufiq Effendi itu kemudian disambut oleh senyuman oleh Kepala ANRI Djoko Utomo dalam acara penandatanganan nota kesepakatan dan serah terima arsip di Gedung C Arsip Nasional Republik Indonesia, Jalan Ampera Raya No 7 Cilandak Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2006).Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum yang juga hadir mengatakan, "Kalau tadi Menpan menyarankan electronic arsip, saya pikir itu yang paling baik, karena tidak membutuhkan tempat yang luas."Dalam kesempatan yang sama ANRI juga mengumumkan program baru ANRI yaitu program "Oral History", yang tujuannya untk mengisi kekosongan dokumen-dokumen yang ada. "Hal-hal yang tidak terungkap dalam arsip di-cover oleh wawancara," kata Djoko.Program pemberdayaan penelitian-penelitan seperti ini akan dilakukan dengan melibatkan peneliti-peneliti dan wartawan-wartawan utuk melakukan metode wawancara tertentu secara lisan kepada pelaku-pelaku sejarah yang ada, misalnya untuk sejarah penjajahan Jepang atau mengenai sejarah RI dengan GAM, karena setelah adanya Memorandum of Understanding ANRI melihat arsipnya sedikit sekali.Wawancara dalam program "Oral History" ini juga akan melibatkan pihak-pihak tertentu yang menguasai masalah Aceh. Misalnya ada pihak-pihak yang kurang setuju. Nantinya wawancara itu akan ditranskripkan dan dipublikasikan. "Arsip Nasional tidak akan menafsirkan," kata Djoko.Pada prinsipnya begitu suatu recorded information masuk ke Arsip Nasional dan bukan merupakan rahasia mantan Presiden Soeharto yang menjadi bukti dalam kasus kesahan mantan Presiden BJ Habibie dahulu.
(mar/)











































