Konsorsium Baru Tawarkan Monorel
Selasa, 17 Jan 2006 21:42 WIB
Jakarta - PT Maglev Indonesia (PT MI) mengajukan penawaran konsorsium baru untuk proyek monorel kepada Pemprov DKI Jakarta. Mereka menyiapkan investasi senilai US$ 600 juta sekaligus untuk menggantikan konsorsium PT Jakarta Monorel (JM). Tak cuma itu, teknologi yang digunakan pun berbeda, yaitu teknologi magnetic levitasi (maglev) yang menggunakan listrik.Pengajuan penawaran ini menurut Emir Baramuli, representatif konsorsium PT MI, karena konsorsium yang lama, PT JM, tidak dapat menyanggupi persyaratan yang diminta Pemprov DKI Jakarta, senilai Rp 6 triliun atau US$ 600 juta.Konsorsium yang baru terdiri dari Rotem, Hyundai Heavy Industries, Omnico Smart, dan Tamasek Group Singapore dengan pendanaan dari Korean Bank dan Singapore Bank. Mereka menawarkan teknologi generasi ketiga, maglev. Teknologi ini menggunakan tenaga listrik dan membuatnya berjalan tanpa mengenai rel."Jadi bebas polusi, tidak berisik, dan tidak ada perawatan," kata Emir, Selasa (17/1/2005).Teknologi ini sempat menjadi perdebatan di antara konsorsium lama, PT Indonesia Transit Central (ITC) dan Omnico Singapore Pts Ltd. Ketika itu, kata Emir, Omnico yang memiliki saham sebanyak 45 persen didepak oleh ITC karena berkeinginan mengganti teknologi generasi kedua, monorel menjadi maglev. Bahkan setelah diadakan rapat pemegang saham 9 Desember lalu, jumlah saham Omnico diturunkan menjadi 1,2 persen.Karena adanya ketidakcocokan lagi dengan PT JM, Omnico membuat konsorsium baru dan terbentuklah Maglev. Senin kemarin mereka telah mengajukan surat kesanggupan berinvestasi sebesar US$ 600 juta. Investor yang tergabung 70 persen berasal dari luar negeri. Menurut Emir, para investor ini enggan berinvestasi kepada monorel karena sudah melihat track record-ya. Pihak Omnico telah mengajukan surat kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Surat ini berisi pertanyaan alasan persetujuan BKPM atas pengurangan kepemilikan saham Omnico dalam konsorsium.Mengenai financial closing yang dijadikan persyaratan pemerintah untuk berinvestasi pembangunan transportasi di Jakarta, PT MI telah menyanggupinya. Emir mengatakan, sebanyak US$ 50 juta tersimpan di bank. Uang sejumlah ini akan diserahkan 30 hari setelah penunjukkan Pemda kepada PT MI sebagai pelaksana jika PT ITC tidak mampu menyediakannya.
(mar/)











































