Tersinggung Komentar Grup WA, Pasien COVID-19 di Babel Terlibat Keributan

Deni Wahyono - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 00:30 WIB
Wisma Karantina Babel menampung pasien Corona
Foto: Wisma karantina Babel (Deni Wahyono/detikcom)
Pangkal Pinang -

Dua pasien positif virus Corona (COVID-19) di Bangka Belitung (Babel) terlibat keributan di wisma karantina BKPSDMD. Keduanya terlibat keributan karena salah satu pasien merasa tersinggung dengan komentar di grup WhatsApp (WA).

"Benar, ada keributan (perkelahian) pasien COVID-19 di Wisma Karantina BKPSDMD Provinsi Babel. Karena tersinggung," jelas Juru Bicara Satgas COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Jumat (9/10/2020).

Peristiwa itu terjadi pukul 17.00 WIB, pelaku dan korban merupakan pasien positif virus Corona yang sedang menjalani karantina. Kedua pasien itu yakni AD (48) dan RFS (18).

"Alasan pelaku AD ini tersinggung dengan komentar korban (RFS) di group WhatsApp wisma karantina pasien COVID-19," kata Andi.

Lanjut Andi, grup WhatsApp tersebut berisikan pasien positif COVID-19, dokter, dan perawat yang ada di wisma karantina BKPSDMD Provinsi Babel. Usai tersinggung pelaku langsung mencari korban.

"Pelaku ini langsung menghampiri korban (RFS) dan langsung melakukan pemukulan bersama rekannya" ujarnya.

Selain pelaku, rekannya pun ikut melakukan pemukulan terhadap korban. "Rekannya, SD (48) ini juga melamun pemukulan, jadi dalam istilah lain ini pengeroyokan," tegasnya.

Keributan itu langsung dilerai petugas yang berjaga di wisma karantina. RFS pun langsung dievakuasi ke tempat isolasi Asrama Haji Bangka Belitung.

"Saat ini keduanya sudah ditempatkan di dua lokasi yang berbeda, di tempat isolasi Asrama Haji dan wisma karantina BKPSDMD Babel," tutup Andi.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka memar di wajah, luka robek di bagian bawah mata sebelah kiri dan hidung mengeluarkan darah. Korban sudah mendapat perawatan.

(rfs/rfs)