Dua Korban Trafficking di Malaysia, Dipulangkan ke Sumut

Dua Korban Trafficking di Malaysia, Dipulangkan ke Sumut

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 21:08 WIB
Medan - Dua perempuan warga Indonesia korban trafficking (perdagangan manusia) dari Malaysia akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Lastri yang berusia 21 tahun dan Rita, 24 tahun, merupakan penduduk Batubara, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sempat disekap sebelum akhirnya berhasil melarikan diri setelah lompat jendela dari gedung tempat penyekapan.Pemulangan ini merupakan hasil kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Polda Sumatera Utara dan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) sebuah LSM yang concern dalam penanganan persoalan anak di Sumatera Utara. "Saat ini kedua korban tersebut sudah dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing setelah mendapat konseling trauma," kata Ahmad Sofian, Direktur PKPA kepada wartawan di Medan, Selasa, (17/1/2006). Menurut Ahmad Sofian, Lastri dan Rita tiba kembali ke Tanah Air melalui Bandara Polonia Medan pada 8 Januari lalu atas kerjasama ketiga lembaga. Sebelumnya mereka sempat ditampung di KBRI di Kuala Lumpur. Lastri dan Rita berangkat ke Malaysia pada 12 November 2005, atas ajakan seseorang yang disebut sebagai Unyil, untuk bekerja di sebuah restoran dengan iming-iming gaji besar. Tergiur ajakan itu keduanya kemudian diperkenalkan kepada seorang perempuan yang bernama Nino dan menjanjikan akan mengurus paspor dan memberangkatkan mereka ke Malaysia. "Mereka berangkat dengan menggunakan paspor dengan nama, alamat dan foto yang tidak sesuai dengan identitas diri. Namun uniknya dapat lolos berangkat dari Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai dan masuk ke Malaysia melalui Port Klang," kata Sofian. Di sana mereka dijeput seorang perempuan yang bernama Aisyah. Setelah tinggal di rumah Aisyah selama, tiga hari kemudian, mereka dibawa ke sebuah diskotek di kawasan Cheeras yang ternyata lokasi prostitusi. Belakangan mereka tahu sudah dijual senilai RM 2.000 atau sekitar Rp 5 juta. Mengetahui mereka dijerumuskan ke dunia pelacuran, keduanya berontak dan menangis histeris saat malam pertama menginap di tempat itu. Keduanya kemudian dipulangkan ke rumah Aisyah. Dari sana dia dibawa lagi oleh orang suruhan ke suatu hotel di daerah Cheeras. Beruntung dari sini mereka berhasil melarikan diri setelah lompat dari jendela dan dengan pertolongan warga setempat akhirnya dibawa ke KBRI dan akhirnya dikembalikan ke Tanah Air. Disebutkan Sofian, dengan pemulangan korban trafficking kali ini, maka hingga sekarang sudah enam korban asal Sumatera Utara yang berhasil dibawa pulang dari Malaysia. Empat lainnya yang berhasil dipulangkan pada Agustus dan Oktober 2005 lalu, masing-masing Leliana Sitorus alias Nuraida (23), Wulandari alias Yusmidar (21), Nurhayati alias Sintya (25) dan Sandra alias Veri Eriskayanti, 18 tahun. Semuanya warga Kota Tanjung Balai. Sofian mengharapkan, kerjasama tersebut dapat terus berkelanjutan, sehingga upaya perlindungan bagi korban trafficking asal Indonesia, pendampingan secara hukum serta pemulangan kembali ke Indonesia dengan selamat akan terus berjalan dengan baik. (mar/)


Berita Terkait