Viral Saat Demo Tolak Omnibus Law, Ini Isi Orasi 'Pancasalah' Sasa

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 18:32 WIB
Sasa, mahasiswa Unhas yang viral karena orasi ganti Pancasila
Foto: Sasa, mahasiswa Unhas, Makassar yang viral karena orasi Pancasalah saat demo tolak Omnibus Law (dok. Istimewa).
Makassar -

Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas), Sasa, viral karena orasinya saat unjuk rasa penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Orasi Sasa soal 'Pancasalah' sempat disorot.

Ternyata ada maksud tersendiri soal Pancasalah yang diungkapkannya. Istilah Pancasalah dipakainya karena dia melihat ada sikap pejabat negara yang melenceng dari nilai-nilai yang dikandung Pancasila.

Aksi Sasa itu dilakukan di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar dalam aksi tolak Omnibus Law. Dikonfirmasi detikcom, Jumat (9/10/2020), Sasa enggan mengungkapkan soal waktu dia melakukan orasi tersebut. Dia hanya memastikan orasinya itu diungkapkan saat demo Omnibus Law.

Dalam video viral yang berdurasi 29 detik tersebut, tampak Sasa mengenakan kasos hitam. Di sekelilingnya tampak sejumlah massa lain dan kepulan asap dari ban yang dibakar di jalan. Sembari memegang alat pengeras suara berwarna merah, dia berorasi.

"Tendangan dibalas tendangan, darah dibalas darah," kata Sasa dalam orasinya seprti yang terekam dalam video yang viral.

Dia lalu mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi negara saat ini. Atas kondisi tersebut, dia mengatakan seolah Pancasila yang jadi ideologi negara telah terganti karena sikap yang tidak pro kepada rakyat.

"Negara kita yang katanya negara Pancasila, sekarang menjadi negara pancasalah. Satu, ketuhanan yang maha hormat. Dua, kemanusiaan yang adil bagi para birokrat. Tiga, persatuan para investor. Empat, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat penindasan dalam permusyawaratan diktatorian. Lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat kelas atas," katanya.

Masih dalam isi rekaman video viral, usai Sasa meneriakkan orasinya, terdengar sejumlah massa aksi lainnya memberi tepuk tangan kepada Sasa dan teriakan dukungan atas orasi Sasa.

Sasa mengaku tidak masalah dengan orasinya yang viral di media sosial (medsos). Baginya itu sudah menjadi risiko karena menyuarakan aspirasi di depan publik.

"Menurutku saya tidak masalah (orasi viral), karena saya sudah tahu konsekuensinya kalau saya berani bicara di depan umum pasti bakalan ada orang yang ekspose, saya sudah tahu konsekuensinya," kata Sasa saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (8/10/2020).

Viral! Orasi Mahasiswi 'Pancasalah' Saat Demo Omnibus Law:

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/jbr)