Pertama di 2006, Satu Pasien DBD di Bali Meninggal
Selasa, 17 Jan 2006 19:14 WIB
Denpasar - Memasuki tahun 2006 penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai berjatuhan. Korban pertama adalah, Umi Chulsum (11) warga Pulau Misol, Denpasar. Ia meninggal pukul 18.00 WIT, Senin (16/01/2006) setelah sempat menjalani peratawan beberapa jam.Umi meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pertolongan medis. Ia menjalani perawatan hanya beberapa jam sebelum meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Sebetulnya, begitu masuk rumah sakit, korban langsung menjalani perawatan intensif di Instalasi Rawat Intensif RSUP Sanglah. Namun, jiwanya tidak tertolong beberapa saat setelah dipindahkan ke ruang Jempiring.Staf Pelayanan Medis RSUP Sanglah dr Ken Wirasandi kepada wartawan di kantornya, Selasa (17/01/2006) mengatakan, kondisi bayi sebelum meninggal sudah dalam status dengue shock syndrome atau kondisi penderita sudah akut.Sementara itu, jumlah penderita DBD di RSUP Sanglah kian membludak. Bahkan, jumlah pasien yang dirawat dalam sehari menembus jumlah tertinggi yaitu 105 pasien. Pasien yang masuk rumah sakit hari ini sebanyak sembilan orang.Penderita DBD hari ini berjumlah 40 persen dari seluruh pasien yang seluruh pasien yang dirawat di RSUP Sanglah dari 700 tempat tidur yang tersedia. "Saat ini kita belum melakukan penambahan tempat tidur untuk menampung membludaknya pasien DBD. Tempat tidur yang masih terpakai sebanyak 90 persen," demikian Wirasandi.
(mar/)











































