Polda Metro: 23 Polisi Terluka Akibat Demo Ricuh, Termasuk Kapolres Tangerang

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 17:41 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

23 Polisi menjadi korban luka saat mengamankan aksi penolakan omnibus law UU CIpta Kerja yang berujung ricuh di Jakarta dan sekitarnya. Empat di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

"Memang betul ada 23 personel polri yang luka, selama kegiatan demo pengamanan kemarin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2020).

Salah satu korban luka itu adalah Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto. Sugeng terkena lemparan batu saat tengah menghalau massa.

"23 ini termasuk salah satunya Kapolres Tangkot yang kena lempar saat halau para pendemo yang akan sampaikan kegiatan demo tapi dengan kekerasan melempar batu," ucapnya.

Yusri menyebut, saat ini masih ada 4 anggota polisi yang dirawat di rumah sakit. Salah satunya yaitu anggota polwan yang alami patah tangan.

"Sisa 4 yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati. Karena agak rawan, karena Polwan satu sempat patah tangan, satu yang kena batu juga perawatan intensif yang lain luka luka," ujar Yusri.

Seperti diketahui, polisi mengamankan 1.192 orang di wilayah hukum Polda Metro Jaya terkait aksi demo kemarin. Ribuan orang tersebut diduga anarko yang hendak merusuh dengan menunggangi aksi omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta.

Sejumlah fasilitas umum dan kendaraan dinas Polri pun turut jadi amukan massa pada Kamis (8/10) kemarin. Total ada 18 fasilitas polisi yang dirusak dan dibakar massa.

(maa/mea)