Inovasi Ibu-ibu Koja Jakarta Utara Buat Hand Sanitizer Lidah Buaya

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 17:07 WIB
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Aloe Vera Koja (ALOJA) berinovasi memproduksi hand sanitizer dari olahan tanaman lidah buaya.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Aloe Vera Koja (ALOJA) berinovasi memproduksi hand sanitizer dari olahan tanaman lidah buaya. Salah satu anggota KUBE ALOJA Junaeni mengatakan sebelum terciptanya inovasi ini, awalnya tanaman lidah buaya ini diolah oleh KUBE ALOJA menjadi minuman segar.

"Saat awal marak COVID-19, kebutuhan hand sanitizer meningkat drastis karena menjadi perlengkapan yang wajib dimiliki untuk menjaga kebersihan tangan. Akibatnya, sulit mendapatkan hand sanitizer. Kalaupun ada harganya sangat mahal. Sehingga kami berpikir, untuk membuat sendiri hand sanitizer dari campuran lidah buaya dengan harga yang terjangkau," kata Junaeni dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).

Ibu dari dua orang anak ini menjelaskan budi daya lidah buaya sudah dikembangkan di Kelurahan Koja sejak 2017. Kegiatan ini dijalankan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam KUBE ALOJA, yang saat ini berjumlah sekitar 14 orang.

Tanaman lidah buaya ditanam di lahan berukuran 120-150 meter persegi, di belakang Kantor Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Junaeni menambahkan panen lidah buaya dilakukan dua kali dalam sebulan dan sekali panen bisa mencapai 30 kilogram.

"Dengan diversifikasi produk hand sanitizer sesuai kebutuhan masyarakat ini, kami berharap ALOJA bisa berkembang, sehingga omzet makin meningkat dan bisa menjadi sumber pendapatan warga," tambahnya.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Aloe Vera Koja (ALOJA) berinovasi memproduksi hand sanitizer dari olahan tanaman lidah buaya.Aloe Vera Koja (ALOJA) hand sanitizer dari olahan lidah buaya Foto: Dok. Pertamina

Budi daya ALOJA merupakan program pengembangan masyarakat PT Pertamina (Persero) melalui Integrated Terminal Jakarta Group, salah satu unit operasi Pertamina di bawah Marketing Operation Region (MOR) III. Keterlibatan Pertamina ini bertujuan untuk menciptakan potensi usaha bagi masyarakat sekitar wilayah operasi, sehingga dapat mengembangkan masyarakat Koja.

"Budi daya tanaman lidah buaya cocok untuk demografi wilayah Koja. Kegiatan KUBE ALOJA diharapkan bisa menciptakan multiplier effect, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas masyarakat dan lingkungan," ucap Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan.

Berkat semangat belajar dan ketekunan dari 14 orang ibu-ibu KUBE ALOJA ini, tambah Eko, produk minuman sehat bergizi ALOJA perlahan mulai menghasilkan penjualan. Satu botol minuman aloe vera ALOJA kemasan 250 ml dijual dengan harga Rp 7.000. Sedangkan untuk produk minuman nata de coco aloe vera ALOJA kemasan 450 ml dijual dengan harga Rp 16.000 per botol.

"Diharapkan dalam waktu dekat, produk ALOJA bisa memperoleh sertifikasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sehingga produk ini bisa dijual di masyarakat luas," imbuhnya.

Selain program pendampingan dan pelatihan keterampilan untuk KUBE ALOJA, dukungan Pertamina juga turun dalam bentuk modal kerja, yang dialokasikan untuk pengadaan bibit dan pupuk, hingga kuali, kompor dan panci untuk mengolah lidah buaya. Perseroan juga membangun rumah produksi berukuran 3 x 5 meter, sebagai lokasi dapur produksi. Untuk melihat aktivitas keseharian KUBE ALOJA, masyarakat dapat follow akun media sosial Instagram @aloja_aloevera.

(akn/ega)