Pangdam Jaya Klarifikasi soal Video TNI Beri Tameng ke Pendemo

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 16:58 WIB
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: Yogi Ernes-detikcom)
Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan marinir TNI Angkatan Laut (AL) membagi-bagikan tameng ke massa demonstrasi omnibus law beredar di media sosial. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberikan klarifikasi.

Dudung menjelaskan tameng tersebut bukan dibagikan kepada para pendemo, melainkan dipindahkan ke kendaraan lain. Sebab, truk yang dipenuhi tameng itu akan digunakan untuk mengangkut mahasiswa yang tidak bisa pulang setelah ikut demo.

"Kemarin ada juga marinir setelah diimbau oleh bapak gubernur, para mahasiswa kesulitan untuk pulang, malam itu akan pulang ke Pamulang sehingga disampaikan oleh pak gubernur kemudian nanti akan diantar ke Pamulang," kata Dudung, dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2020).

Dudung mengatakan pada momen itu para mahasiswa membantu TNI untuk memindahkan tameng ke kendaraan lain. Dia menegaskan bukan memberi tameng ke pendemo.

"Nah saat itu ada kendaraan marinir kebetulan yang standby di situ akhirnya diminta tolong untuk mengangkut mahasiswa yang akan kembali ke Pamulang, nah kebetulan dalam truk itu ada tameng-tameng sebagai peralatan untuk mengatasi huru-hara," ujar Dudung.

"Sehingga tameng-tameng itu diturunkan oleh anggota dan mahasiswa itu membantu menurunkan untuk dipindahkan ke kendaraan lainnya. Bukan berarti kemudian memberikan tameng kepada masyarakat, tapi tameng itu dipindahkan secara bergotong-royong lah sama sama untuk memindahkan, karena truk itu akan digunakan oleh mahasiswa yang akan dibawa ke Pamulang," lanjutnya.

Dudung menegaskan tidak ada pemberian fasilitas tameng oleh anggota TNI kepada mahasiswa dalam demo tersebut. Dia juga menegaskan TNI mendukung penuh Polri dalam penanganan demo kemarin.

"Jadi kami dari TNI, mendukung penuh kita dengan tugas-tugas kepolisian, tidak ada kita untuk mencari popularitas," tegasnya.

(eva/fjp)