Stasiun MRT Bundaran HI Tetap Operasi Meski Dirusak, Begini Kondisinya

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 16:56 WIB
Stasiun MRT Bundaran HI
Kondisi Stasiun MRT Bundaran HI seuai demo yang berakhir ricuh. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja berujung kericuhan dan membuat sejumlah fasilitas umum rusak termasuk Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI). Seperti apa kondisinya?

Pantauan detikcom, Jumat (9/10/2020), sekitar pukul 15.28 WIB, akses keluar-masuk MRT dari depan Plaza Indonesia ditutup. Ada petugas yang berjaga. Pada akses keluar-masuk juga diberi pembatas dan spanduk berwarna kuning yang bertulisan 'UNDER MAINTENANCE TRACK AND CIVIL STRUCTURE DEPARTMENT'.

Kaca di pintu masuk MRT ini pecah. Ada petugas yang sedang membersihkan eskalator. Bekas coretan di dinding telah dibersihkan tapi masih ada bekas tulisan yang belum terhapus sepenuhnya.

Stasiun MRT Bundaran HIStasiun MRT Bundaran HI (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Ketika dilihat di akses keluar-masuk MRT di sekitar gedung Sinarmas, kaca-kacanya retak. Kaca-kaca ini diberi tanda silang dan selembar kertas bertulisan 'DILARANG MENYENTUH KACA'. Pada kaca juga masih ada bekas coretan.

Saat disambangi ke dalam stasiun, MRT masih beroperasi. Beberapa orang masuk untuk memakai moda transportasi ini setelah diperiksa oleh petugas.

Untuk area yang rusak, yakni akses keluar-masuk di depan Plaza Indonesia, diberi batas. Ada petugas sekuriti yang berjaga.

"Kami masih melakukan pencatatan kerusakan fasilitas pendukung di Stasiun MRT Jakarta. Data awal kerusakan di antaranya yaitu kerusakan pada pintu entrance MRT Bundaran HI dan pintu entrance Setia Budi, kaca pecah pada entrance tersebut, dan tangga penumpang yang tertimpa kaca entrance yang pecah," ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin, dalam keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Stasiun MRT Bundaran HIStasiun MRT Bundaran HI (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Kamaludin menambahkan tidak ada korban dari kejadian ini, baik penumpang maupun pekerja MRT. Namun, lanjutnya, dari kericuhan kemarin ada dampak ke aktivitas konstruksi.

"Beberapa peralatan konstruksi MRT fase 2 terdampak (terbakar) diantaranya 2 perangkat mini ekskavator dan pagar proyek yang dirusak. Seluruh pekerja tidak terluka, sebanyak 67 personel kontraktor yang berada di Monas sudah dievakuasi dari Monas dengan selamat," ujar Kamaludin.

(dhn/dhn)